- Produksi jagung Kabupaten Blitar mencapai 172.274 ton dari luas panen 17.591 hektare.
- Peningkatan produksi jagung mendukung sektor peternakan terutama ayam petelur.
- Data dari DKPP menunjukkan produktivitas rata-rata 9,79 ton glondong per hektare.
Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, Kabupaten Blitar mencatatkan pencapaian yang menggembirakan dalam sektor pertanian, khususnya produksi jagung yang mencapai angka 172.274 ton glondong. Hasil panen yang melimpah ini tidak hanya memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan daerah, tetapi juga memperkuat pasokan bahan baku pakan ternak, sebuah sektor yang memegang peranan penting dalam perekonomian lokal.
Jagung sebagai komoditas pangan strategis sangat dibutuhkan, terutama oleh industri pakan ternak yang tumbuh pesat di Kabupaten Blitar. Sebagai salah satu penghasil utama ayam petelur di Indonesia, kebutuhan akan pasokan jagung yang stabil menjadi krusial untuk mempertahankan produktivitas peternak di kawasan ini. Ketersediaan jagung yang melimpah diharapkan mampu menjamin keberlanjutan usaha peternakan ayam petelur yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat.
Menurut data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar, luas panen jagung konsumsi selama lima bulan pertama tahun ini mencapai 17.591 hektare dengan produktivitas rata-rata sebesar 9,79 ton glondong per hektare. Angka ini menjadi indikasi positif akan kekuatan sektor pertanian di Blitar, yang mampu beradaptasi dengan meningkatnya kebutuhan jagung, baik untuk pakan ternak maupun sebagai konsumsi masyarakat. Melalui pencapaian ini, Kabupaten Blitar tidak hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga berdampak positif pada stabilitas ekonomi lokal.