- Prabowo menegaskan pentingnya koperasi dalam pembangunan ekonomi kerakyatan.
- Pemerintah ingin mengalihkan fokus dari ekonomi neoliberal yang hanya menguntungkan segelintir orang.
- Koperasi akan menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat untuk mencapai pemerataan kesejahteraan.
Dalam sebuah langkah signifikan untuk mengubah arah pembangunan ekonomi nasional, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mengalihkan fokus ekonomi Indonesia dari paham neoliberal menuju ekonomi kerakyatan yang lebih inklusif. Dalam sambutannya saat peringatan Hari Koperasi yang ke-79 di Jakarta, Prabowo menggarisbawahi peran penting koperasi sebagai pilar utama yang akan memperkuat ekonomi rakyat. Ia menegaskan bahwa konsep gotong royong yang telah menjadi ciri khas budaya Indonesia jauh lebih sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945, dibandingkan dengan sistem ekonomi neoliberal yang selama ini lebih menguntungkan segelintir orang.
Presiden menyoroti bahwa selama lebih dari tiga dekade, Indonesia telah terjebak dalam pola ekonomi yang demi keuntungan kelompok tertentu, di mana masyarakat umum, terutama kalangan kecil, mengalami kesulitan dalam mengakses modal dan peluang usaha. Prabowo percaya bahwa dengan menguatkan koperasi, masyarakat akan mendapatkan peluang lebih baik untuk berpartisipasi dalam perekonomian, serta menciptakan pemerataan kesejahteraan.
Lebih lanjut, Prabowo mengkritisi gagasan 'trickle-down effect' yang sering diandalkan dalam ekonomi neoliberal, yang menurutnya terbukti tidak efektif dalam menciptakan kesejahteraan merata. Pengalaman negara lain menunjukkan bahwa pendekatan tersebut sering kali gagal, sehingga pilihan untuk berfokus pada penguatan koperasi sebagai instrumen keberdayaan menjadi sangat relevan.
Dengan tegas, Prabowo menyatakan bahwa koperasi adalah implementasi nyata dari prinsip ekonomi Pancasila yang selalu menekankan pentingnya kekeluargaan dan kerjasama dalam memajukan masyarakat. Dalam konteks ini, pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa semua sektor masyarakat memiliki kesempatan merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi, tidak hanya mereka yang tergolong dalam kelompok berkapital besar. Melalui upaya ini, diharapkan ekonomi kerakyatan dapat tumbuh dan memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan Blitar dan Indonesia secara keseluruhan.