- Dua orang diduga pencopet diamankan saat konser Harlah Sabilu Taubah.
- Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kasus ini.
- Kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan sangat diperlukan.
Kepolisian Sektor Srengat saat ini tengah menelusuri kasus dugaan pencopetan yang terjadi pada acara Harlah Sabilu Taubah, yang berlangsung pada Kamis malam, 3 September 2026. Dua individu yang diduga terlibat dalam pencopetan tersebut berhasil diamankan berkat kerjasama pihak Satgas Sabilu Taubah dan warga setempat. Kedua terduga, yang mengenakan kaos hitam serta sarung dan celana pendek, ditahan ketika situasi konser musik berlangsung, menunjukkan cepatnya respons komunitas dalam menjaga keamanan acara.
Kompol Randhy Irawan, Kapolsek Srengat, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima penyerahan kedua terduga dari Satgas Sabilu Taubah. Meskipun demikian, proses penyelidikan masih berjalan, dan pihak kepolisian masih mendalami informasi lebih lanjut, termasuk upaya pencarian barang bukti yang dapat menunjang penyelidikan.
Dalam kesempatan ini, Kapolsek Randhy menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap potensi kejahatan, terutama saat acara publik yang dihadiri banyak orang. Saat ini, pihak kepolisian bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan agar keamanan masyarakat tetap terjaga dan peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan melaporkan kepada pihak berwajib jika mencurigai aktivitas yang berpotensi merugikan.
Dengan dukungan bersama antara pihak kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan, diharapkan budaya aman dalam setiap acara publik seperti Harlah Sabilu Taubah dapat terpelihara, sehingga setiap warga dapat menikmati kebudayaan dan perayaan tanpa khawatir.