- Insiden kontroversial Brian Uriarte menciptakan perdebatan sengit di kalangan penggemar Moto3.
- Veda Ega Pratama sempat mengalami tekanan yang mengganggu performanya di balapan.
- Keputusan tentang potensi penalti untuk Uriarte masih menjadi tanda tanya.
Brian Uriarte, pembalap andalan Red Bull KTM Ajo, kembali menjadi sorotan publik setelah insiden kontroversial yang terjadi pada balapan Moto3 Ceko 2026 di Sirkuit Brno, Minggu (21/6). Manuver-manuver yang diperagakan Uriarte dalam balapan tersebut dianggap agresif oleh banyak penggemar, dengan beberapa pihak berpendapat bahwa tindakan tersebut merugikan rival-rivalnya, termasuk pembalap asal Indonesia, Veda Ega Pratama, Maximo Quiles, dan David Almansa.
Insiden tersebut terjadi di lap-lap krusial saat balapan, ketika David Almansa berhasil memimpin, diikuti oleh Maximo Quiles dan Veda Ega Pratama yang berada pada posisi ketiga. Momen ketegangan terjadi ketika Veda Ega Pratama mendapat tekanan berlebih dari pembalap lain, yang menyebabkan dia kehilangan momentum, bahkan nyaris kehilangan kendali di beberapa bagian sirkuit akibat agresifnya manuver yang dilakukan oleh Uriarte di belakangnya.
Tidak hanya Veda Ega Pratama, duel antara Brian Uriarte, Maximo Quiles, dan David Almansa juga menarik perhatian. Quiles tampak kesulitan menemukan celah untuk melakukan overtake, sementara Almansa beberapa kali gagal memanfaatkan kesempatan yang ada. Keduanya, bersama dengan Veda, memilih untuk menghindari risiko besar yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan serius, sehingga tidak ada insiden hebat yang terjadi sepanjang balapan.
Debat tentang kelayakan tindakan Brian Uriarte pun mencuat di kalangan pecinta Moto3. Meskipun ada yang membela bahwa teknik bertahannya masih dalam batas wajar, banyak pula yang mempertanyakan apakah beberapa manuver telah melewati garis batas yang aman bagi pembalap lainnya. Hingga saat ini, perdebatan mengenai potensi penalti untuk Brian Uriarte belum menunjukkan titik terang, dan berbagai pihak menantikan keputusan resmi dari pihak penyelenggara balapan.