- Persija Jakarta lakukan perombakan besar dengan melepas tujuh pemain asing.
- Manajemen mencari pemain berpengalaman dari Eropa untuk skuad baru.
- Keputusan tak melanjutkan kontrak sejumlah pemain didasari kinerja dan disiplin.
Bursa transfer menjelang musim 2026/2027 menghadirkan dinamika yang signifikan bagi Persija Jakarta, yang dikenal dengan sebutan Macan Kemayoran. Manajemen klub mengumumkan langkah ambisiusnya dengan melepas tujuh pemain asing, menandakan perombakan besar-besaran sebagai upaya untuk memperkuat skuad. Dengan pengalaman yang didapat dari musim lalu, di mana mereka berhasil bersaing di papan atas klasemen, Persija kini tengah mencari figur-figur berpengalaman dari kompetisi Eropa untuk menunjang performa tim.
Keputusan untuk melepaskan menuju musim depan diawali dengan berpisahnya Maxwell Souza, winger asal Brasil yang mencatatkan nama sebagai pencetak gol terbanyak klub musim lalu. Meskipun penampilannya cukup mengesankan, manajemen memutuskan untuk tidak melanjutkan kontrak dan mencari alternatif yang lebih sesuai dengan rencana tim ke depan.
Selain Maxwell, kelangsungan Jhon Mota, gelandang tengah asal Brasil yang selama ini diandalkan sebagai pengatur permainan, juga tidak berlanjut. Penilaian atas kontribusi Mota dalam taktik baru tampaknya menjadi alasan manajemen mengalihkan fokus ke pemain baru. Tak kalah mencolok, Alano juga harus meninggalkan Macan Kemayoran, meskipun merupakan pemain dengan skill individu yang menonjol, namun masalah disiplin menjadi pertimbangan utama dalam evaluasi manajemen.
Pemain lainnya, Bruno Tubarao yang fleksibel dalam posisi bermain, juga dicoret dari skuat anyar. Sementara itu, striker asal Maroko, Alaaeddine Ajaraie, tak dapat memenuhi ekspektasi dan musti mengakhiri kerja sama pasca gagal mencetak gol sesuai yang diharapkan. Dengan langkah perombakan yang drastis ini, Persija Jakarta menunjukkan keseriusannya untuk kembali bersaing di liga dan menggairahkan antusiasme para penggemar, terutama Jakmania di Blitar dan sekitarnya.