- Embung Jatimalang mengalami penyusutan volume air akibat kemarau panjang.
- Tempat memancing yang sebelumnya sulit dijangkau kini dapat diakses dengan mudah.
- Aktivitas memancing tetap ramai meski kondisi air menurun, memberikan peluang positif bagi pemancing lokal.
Embung Jatimalang yang terletak di Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, kini mengalami penyusutan volume air yang signifikan akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Fenomena ini menyebabkan bagian tepi embung terlihat lebih jelas, dan beberapa spot pemancingan yang sebelumnya sulit dijangkau kini dapat diakses dengan lebih mudah. Keberadaan air yang semakin menipis diembung juga disebabkan oleh menurunnya debit sungai-sungai yang menyuplai air ke embung tersebut.
Masyarakat lokal, khususnya para pemancing, menyambut baik perubahan ini. Meskipun kondisi air yang menyusut telah berlangsung selama sekitar sebulan terakhir, aktivitas memancing di Embung Jatimalang tetap ramai. Pemancing kini dapat menjangkau spot-spot ikan yang lebih dekat, seperti area di bawah jembatan, meningkatkan peluang mereka untuk mendapatkan hasil tangkapan yang lebih baik.
Edi, seorang warga yang berperan dalam pengelolaan embung, menjelaskan, "Menyusutnya air sudah signifikan dan berlangsung sejak kemarau panjang ini dimulai. Debit sungai di sekitar juga ikut menurun, sehingga pasokan air ke embung berkurang." Hal ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat mengingat banyaknya sungai di sekitar embung yang sebelumnya menjadi sumber aliran air.
Meskipun penyusutan air di Embung Jatimalang menimbulkan tantangan bagi ekosistem dan pengelolaan sumber daya air, bagi para pemancing, situasi ini justru memberikan peluang baru. Dengan akses yang lebih baik ke lokasi-lokasi memancing yang semula sulit dijangkau, terlihat potensi positif bagi masyarakat yang gemar menghabiskan waktu di alam terbuka.