- Oknum PPPK Damkar berinisial B ditangkap karena diduga terlibat penyalahgunaan narkotika.
- Hasil tes urine menunjukkan positif metamfetamin dan amfetamin.
- Keluarga B meminta rehabilitasi sebagai respons terhadap kondisi kesehatan mentalnya.
Di tengah upaya penegakan hukum terhadap narkotika, Kabupaten Blitar kembali mempertontonkan sisi miris dengan terungkapnya kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari Dinas Pemadam Kebakaran. Oknum berinisial B, berusia 28 tahun, ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Blitar Kota di rumahnya yang terletak di Kecamatan Kanigoro pada Selasa (28/7). Penangkapan ini berawal dari pengembangan kasus sebelumnya yang melibatkan seorang pengedar narkotika yang telah ditangkap.
Kasat Narkoba Polres Blitar Kota, AKP Bambang Dwi Wahyono, mengungkapkan bahwa penangkapan B bukanlah sebagai tersangka utama, melainkan sebagai bagian dari pengembangan kasus yang menunjukkan bahwa ia diduga sebagai pengguna narkotika. Hasil pemeriksaan urine terhadap B menunjukkan reaksi positif terhadap zat metamfetamin dan amfetamin, yang kerap digunakan dalam bentuk sabu. Meskipun dalam penggeledahan di rumahnya tidak ditemukan barang bukti sabu, polisi menemukan sejumlah barang lain yang diduga pernah digunakan untuk konsumsi narkoba, termasuk pipet kaca dan sedotan.
Keluarga oknum ini telah menyatakan keprihatinan atas kondisi B dan bahkan meminta agar yang bersangkutan mendapatkan rehabilitasi. Hal ini mencerminkan permasalahan yang lebih luas di tengah masyarakat terkait penyalahgunaan narkoba. Angka penggunaan zat terlarang ini terus meningkat, dan sangat diperlukan usaha bersama dari semua pihak untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaannya.
Kasus ini menjadi sebuah pengingat bagi masyarakat, terutama para aparat, tentang pentingnya menjaga integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Dengan banyaknya upaya penegakan hukum dan rehabilitasi, diharapkan kesadaran akan bahaya narkoba dapat semakin meningkat dan mendorong tindakan preventif di lingkungan masyarakat Blitar.