Jumat, 25 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Hukum & Kriminal › Tragedi Kebakaran Tewaskan Lansia di Desa Tuwuhrejo, Blitar

Tragedi Kebakaran Tewaskan Lansia di Desa Tuwuhrejo, Blitar

Tragedi Kebakaran Tewaskan Lansia di Desa Tuwuhrejo, Blitar
Poin Penting:
  • Seorang lansia berinisial MRD (81) tewas terbakar saat memadamkan api dari sampah di pekarangan rumahnya.
  • Jenazah korban ditemukan dengan luka bakar parah dan dievakuasi oleh petugas gabungan.
  • Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan menghindari pembakaran sampah di lahan kering.

Sebagai bagian dari masyarakat yang saling peduli, kami sangat menyesalkan insiden tragis yang terjadi di Desa Tuwuhrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Seorang lansia berusia 81 tahun, yang dikenal dengan inisial MRD, telah kehilangan nyawanya akibat kebakaran yang terjadi saat ia berusaha memadamkan api dari sampah yang ia bakar di pekarangan rumahnya. Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 25 September 2026, dan langsung mendapatkan perhatian dari aparat kepolisian serta pihak berwenang lainnya.

Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Muheni, mengonfirmasi bahwa korban dievakuasi dari lokasi kejadian sekitar pukul 11.00 WIB. Tim gabungan yang terdiri atas polisi dan TNI segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan pemadaman api di sekitar area yang terbakar. Sayangnya, ketika petugas tiba, jenazah korban telah ditemukan dalam keadaan terbakar dan langsung dibawa ke Rumah Sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan luar, korban mengalami luka bakar yang parah pada sekujur tubuhnya, termasuk bagian wajah, tangan, badan, dan kaki. Menurut penjelasan Muheni, diduga kuat korban terjatuh saat mencoba memadamkan api, menyebabkan ia terperosok ke area yang terlalui api. Kejadian tersebut bermula ketika korban membakar sampah di pekarangan dekat rumahnya, di mana api berpotensi merambat ke area lainnya yang lebih luas.

Aiptu Muheni menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap risiko kebakaran, terutama selama musim kemarau. Ia mengimbau agar warga tidak membakar sampah di lokasi-lokasi kering yang bisa memicu kebakaran besar, demi menjaga keselamatan dan mencegah kejadian yang sama terulang di masa mendatang. Kesedihan atas kehilangan ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kehati-hatian dalam mengelola api.