Jumat, 19 Juni 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Ekonomi Pentingnya Pengelolaan Pupuk Bersubsidi: DKPP Blitar: Kuota Menipis, Petani Perlu Strategi Baru

Pentingnya Pengelolaan Pupuk Bersubsidi: DKPP Blitar: Kuota Menipis, Petani Perlu Strategi Baru

Pentingnya Pengelolaan Pupuk Bersubsidi: DKPP Blitar: Kuota Menipis, Petani Perlu Strategi Baru
Poin Penting:
  • Stok pupuk bersubsidi jenis urea dan NPK di Blitar mulai menipis.
  • Tingkat serapan pupuk oleh petani telah melebihi 70 persen.
  • Pemerintah pusat menjadi penentu dalam penambahan kuota pupuk bersubsidi.

BLITAR - Para petani di Kota Blitar, yang dikenal sebagai Bumi Bung Karno, dihadapkan pada tantangan baru terkait ketersediaan pupuk bersubsidi. Memasuki pertengahan tahun 2026, stok pupuk khususnya jenis urea dan NPK mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh tingginya serapan dari kalangan petani di tiga kecamatan utama. Menurut data yang diperoleh dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, tingkat penggunaan kedua jenis pupuk ini telah melebihi 70 persen, menandakan bahwa kuota yang tersisa semakin terbatas untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun nanti.

Dian Lukitasari, Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura dan Penyuluhan DKPP Kota Blitar, menjelaskan bahwa situasi ini memerlukan perhatian khusus. Dia mengingatkan masyarakat petani untuk lebih bijak dalam merencanakan penggunaan pupuk. "Kami tidak bisa sembarangan dalam mengajukan permohonan tambahan kuota kepada pemerintah pusat. Hanya pemerintah pusat yang memiliki wewenang untuk mengevaluasi dan memutuskan alokasi pupuk bersubsidi berdasar kondisi pasar dan anggaran yang tersedia," ungkapnya dalam sebuah pernyataan pada Jumat (19/06/2026).

Pentingnya pengelolaan pupuk bersubsidi ini menjadi semakin relevan, terutama di musim tanam mendatang. Petani diharapkan dapat mengembangkan strategi dengan memanfaatkan pupuk yang ada secara optimal. Perlu diingat, keputusan alokasi pupuk tambahan tidak akan diambil sembarangan dan akan terus diawasi secara berkala oleh pihak provinsi serta pemerintah pusat. Dengan pendekatan yang hati-hati dan perencanaan yang matang, diharapkan para petani tetap dapat menjaga produktivitas pertanian mereka meskipun dalam kondisi yang serba terbatas ini.