- Pemkot Blitar memperkenalkan Sekolah Rakyat kepada masyarakat dengan mengundang calon siswa dan orang tua untuk melihat fasilitasnya.
- Wali Kota Blitar mencatat bahwa respons masyarakat terhadap Sekolah Rakyat menjadi lebih positif setelah mengalami survei lapangan.
- Saat ini, Sekolah Rakyat memiliki 84 siswa dan menargetkan 270 siswa untuk angkatan pertama, dengan prioritas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Pada hari Jumat (10/7), Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar berinisiatif untuk memperkenalkan konsep Sekolah Rakyat (SR) kepada calon siswa dan orang tua mereka dengan mengundang mereka untuk melihat fasilitas yang ada secara langsung. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai SR dan fasilitas yang disediakan sebelum tahun ajaran baru dimulai. Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, atau akrab disapa Mas Ibin, turut hadir dalam kegiatan ini dan memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai manfaat dan tujuan dari SR.
Sebelumnya, tim pendamping dari Pemkot Blitar telah melakukan sosialisasi secara langsung ke rumah-rumah calon siswa untuk menjelaskan mengenai konsep SR. Namun, masih banyak orang tua yang kesulitan memahami sepenuhnya. Momen kunjungan ini diharapkan dapat memperjelas hal tersebut, dan memberikan gambaran nyata tentang kondisi sekolah, gedung, asrama, serta fasilitas yang akan digunakan oleh para siswa. Menurut Mas Ibin, setelah melihat langsung fasilitas, respons masyarakat menjadi lebih positif dan minat untuk bergabung pun meningkat.
Saat ini, Sekolah Rakyat telah menerima 84 siswa sebagai peserta didik angkatan pertama, namun jumlah ini diharapkan akan terus bertambah hingga mencapai kuota 270 siswa yang akan dibagi ke dalam tiga rombongan belajar (rombel). Dalam setiap kelas, maksimal akan diisi oleh 30 siswa. Program ini diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga yang berada dalam lapisan desil terendah yang memerlukan dukungan pendidikan berasrama, dan Wali Kota berharap masyarakat semakin antusias setelah melihat langsung fasilitas yang ada.
Dengan program ini, Pemkot Blitar menunjukkan komitmen untuk meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh anak-anak di Blitar. Mas Ibin menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa partisipasi masyarakat akan melebihi kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, dan ini menjadi langkah penting dalam menciptakan masa depan yang lebih cerah untuk generasi muda Blitar.