Jumat, 11 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Pemkab Sidoarjo Tanggapi Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis: Ratusan Siswa Dirawat di Rumah Sakit

Pemkab Sidoarjo Tanggapi Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis: Ratusan Siswa Dirawat di Rumah Sakit

Pemkab Sidoarjo Tanggapi Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis: Ratusan Siswa Dirawat di Rumah Sakit
Poin Penting:
  • Jumlah korban keracunan yang dirawat mencapai 123 siswa, termasuk 35 santri yang baru dirujuk.
  • Bupati Sidoarjo mengimbau korban untuk segera mendapatkan penanganan medis.
  • Operasional SPPG Kalitengah dihentikan sementara sambil menunggu hasil investigasi.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperbarui informasi terkait kasus dugaan keracunan yang melibatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Rabu, 2 September 2026, siang. Saat ini, tercatat total 566 siswa mengalami keluhan kesehatan, dengan 123 di antaranya sedang dirawat di rumah sakit. Penambahan ini terjadi setelah 35 santri dari Pondok Pesantren Manbaul Hikam dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis pada Rabu siang.

Bupati Sidoarjo, Subandi, mengimbau kepada semua siswa yang baru mengalami gejala-gejala keracunan agar segera mendapatkan penanganan di rumah sakit. Gejala yang umum dialami oleh pasien antara lain mual, muntah, dan pusing. Dalam penanganan medis awal, biasanya pasien memerlukan rehidrasi selama 4-5 jam sebelum diizinkan pulang.

Sebagai respons terhadap kasus ini, Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur melakukan inspeksi mendadak terhadap sarana dan prasarana dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalitengah, Tanggulangin. Teguh Bayu Wibowo, Wakil Koordinator BGN, mengungkapkan bahwa hasil sidak yang dilakukannya bersama Bupati Subandi dan pihak terkait menunjukkan adanya catatan penting mengenai kondisi operasional SPPG tersebut.

Sebagai tindakan pencegahan, BGN memutuskan untuk menghentikan sementara operasional SPPG Kalitengah hingga investigasi menyeluruh dilakukan untuk menemukan penyebab keracunan. Jika hasil laboratorium menunjukkan pelanggaran ringan, SPPG Kalitengah akan menerima suspend selama dua minggu hingga satu bulan, namun jika terdapat pelanggaran berat, maka penutupan permanen akan diberlakukan. SPPG Kalitengah sebelumnya melayani sekitar 2.800 porsi MBG setiap hari, dengan sekitar 1.000 porsi disalurkan ke Pondok Pesantren Manbaul Hikam.