- Reog Bulkiyo dari Desa Kemloko diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
- Regenerasi pemain kesenian menjadi tantangan utama karena mayoritas pelestari sudah berusia sepuh.
- BRIN Jawa Timur mendukung promosi Reog Bulkiyo di sekolah-sekolah untuk menarik minat generasi muda.
Kesenian Reog Bulkiyo yang berasal dari Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, terus berupaya untuk mempertahankan eksistensinya setelah dinyatakan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. Meskipun demikian, salah satu tantangan signifikan yang dihadapi adalah regenerasi para pemainnya, yang kini mayoritas telah berusia lanjut. Dalam konteks ini, pemerintah daerah bersama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Jawa Timur berkomitmen untuk mendukung pelestarian kesenian ini.
Reog Bulkiyo dihadapkan pada kesempatan penting saat ditampilkan dalam kirab Pisowanan Ageng yang berlangsung pada Rabu, 5 Agustus 2023, sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi ke-702 Kota Blitar. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang nostlagia bagi warga masyarakat, tetapi juga merupakan usaha untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada Bupati Blitar. Camat Nglegok, Agus Muntalip, menjelaskan bahwa keputusan untuk menampilkan Reog Bulkiyo dalam acara tersebut merupakan hasil kesepakatan antara para kepala desa dan lurah setempat, mencerminkan status Reog Bulkiyo sebagai ikon Kecamatan Nglegok dan warisan budaya yang wajib dilestarikan.
Dalam upaya akselerasi regenerasi, BRIN Jatim memberikan dukungan untuk mempromosikan kesenian ini di sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Nglegok, khususnya di Desa Kemloko. Menurut Agus, penting bagi generasi muda untuk diperkenalkan dengan pertunjukan Reog Bulkiyo dan diharapkan dapat tertarik untuk mempelajari dan melestarikan kesenian tradisional ini. "Kami sangat berharap anak-anak bisa tertarik dengan kesenian ini, yang selanjutnya akan mendukung proses regenerasi dan menjaga kelestariannya," ungkapnya.
Namun, Agus juga mengakui, tantangan terbesar saat ini adalah perkembangan teknologi dan informasi yang semakin cepat, yang dapat mengalihkan minat generasi muda dari kesenian tradisional. Dengan mayoritas pelestari Reog Bulkiyo kini berusia sepuh, langkah-langkah promotif sangat diperlukan untuk menarik perhatian anak-anak. Ke depan, pemerintah Kecamatan Nglegok berencana untuk lebih intensif mengenalkan seni ini ke siswa sekolah dasar di Desa Kemloko sebelum meluas ke sekolah-sekolah lainnya di kecamatan guna memastikan bahwa Reog Bulkiyo tidak hanya diingat sebagai warisan, tetapi juga hidup dalam generasi masa kini.