Jumat, 11 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Wisata & Kuliner Panduan Praktis Membuat V60 Kopi Sederhana dengan Sekali Blooming untuk Pecinta Kopi Blitar

Panduan Praktis Membuat V60 Kopi Sederhana dengan Sekali Blooming untuk Pecinta Kopi Blitar

Panduan Praktis Membuat V60 Kopi Sederhana dengan Sekali Blooming untuk Pecinta Kopi Blitar
Poin Penting:
  • Metode V60 sederhana dengan sekali blooming menggunakan 30 gram air dan total 180 gram air.
  • Biji kopi Simalungun dari Lisa and Leos Organic menunjukkan kualitas tinggi dan sejarah penggunaan dalam kompetisi.
  • Menikmati kopi seharusnya sederhana dan menekankan preferensi pribadi dalam penyeduhan.

Blitar - Masyarakat pecinta kopi di Blitar kini dapat mencoba metode sederhana untuk menyeduh kopi V60 yang dijelaskan dalam suatu video di YouTube. Dalam metode ini, pembuat kopi hanya perlu melakukan sekali blooming dengan menggunakan 30 gram air, sebelum melanjutkan proses penyeduhan hingga total mencapai 180 gram air. Teknik ini diadaptasi dari metode yang diajarkan oleh Scot Row, yang dikenal oleh para barista di Indonesia.

Bahan baku utama yang digunakan dalam penyeduhan ini adalah biji kopi Simalungun, yang diperoleh dari Pak Johan, seorang rekan pembuat kopi tersebut. Biji kopi ini berasal dari ladang Lisa and Leos Organic, yang sudah dikenal karena kualitasnya. Menariknya, biji kopi dari sumber ini juga pernah dipakai oleh Muhammad Aga saat berkompetisi di Indonesia Barista Championship 2018, menunjukkan kualitasnya yang diakui di kalangan para ahli kopi.

Sebelum memulai proses penyeduhan, air harus dipanaskan hingga suhu sedikit di atas 90 derajat Celsius. Apabila Anda tidak memiliki termometer, Anda bisa mendiamkan air mendidih selama satu menit hingga suhunya turun. Selanjutnya, pembasahan pada filter kertas dilakukan untuk menghasilkan seduhan yang lebih bersih dan juga untuk menghangatkan server. Setelah itu, 12 gram biji kopi yang digiling halus dimasukkan ke dalam filter dan diratakan.

Proses inti dari penyeduhan dimulai dengan menuangkan 30 gram air untuk blooming dan membiarkannya selama 30 detik. Pembuat kopi juga menyarankan untuk mengaduk bubuk kopi saat gelembung udara mulai muncul sebagai cara untuk mempercepat ekstraksi. Setelah itu, air dituangkan hingga total 180 gram, dan hasilnya dapat disajikan dalam waktu kurang dari tiga menit. Dalam praktik ini, bubuk kopi yang tersisa terlihat seperti pasir basah, menunjukkan bahwa proses penyeduhan telah dilakukan dengan benar. Pembuat kopi juga menghimbau agar para penikmat kopi menikmati aroma sebelum menyeruput, hal ini akan memperkaya pengalaman menikmati cita rasa kopi yang disajikan.

Penekanan penting dari metode ini adalah bahwa menikmati kopi tidak perlu rumit. Pembuat kopi mendorong penikmat kopi untuk menemukan cara penyeduhan yang paling sesuai dan konsisten, sehingga tidak merasa tertekan dengan banyaknya metode yang tersedia. Pada akhirnya, setiap metode bisa menghasilkan cita rasa yang berbeda, tetapi esensinya tetap pada kesenangan menikmati secangkir kopi dengan cara yang paling sesuai untuk diri sendiri.