Senin, 10 Agustus 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Pagelaran Barongan Kucingan Hiasi Alun-Alun Lodoyo, Memperkuat Identitas Budaya dan Ekonomi Blitar

Pagelaran Barongan Kucingan Hiasi Alun-Alun Lodoyo, Memperkuat Identitas Budaya dan Ekonomi Blitar

Pagelaran Barongan Kucingan Hiasi Alun-Alun Lodoyo, Memperkuat Identitas Budaya dan Ekonomi Blitar
Poin Penting:
  • Pagelaran Barongan Kucingan di Alun-Alun Lodoyo menarik ribuan pengunjung dan merayakan Hari Jadi Kota Blitar.
  • Bupati Rijanto menekankan pentingnya dukungan terhadap kesenian tradisional untuk melestarikan budaya lokal.
  • Kegiatan budaya ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi masyarakat setempat.

Alun-Alun Lodoyo tampak meriah pada malam hari Sabtu, 1 Agustus, ketika dentuman kendang dan gerakan dinamis puluhan pembarong Barongan Kucingan memenuhi kawasan tersebut dalam rangka merayakan Hari Jadi ke-702 Kota Blitar. Sebanyak 70 pembarong berpartisipasi dalam pagelaran kolosal ini, menarik perhatian ribuan warga yang memadati lokasi untuk menikmati pertunjukan seni tradisional yang telah menjadi salah satu identitas kuat masyarakat Lodoyo.

Barongan Kucingan terkenal dengan gerakan lincah para pembarong yang terinspirasi dari tingkah laku kucing. Dalam setiap penampilannya, mereka memadukan karakter tersebut dengan topeng kayu khas yang memperkaya visual pertunjukan. Keunikan ini tidak hanya memberikan hiburan semata, tetapi juga menunjukkan kekayaan budaya yang hidup dan berkembang di wilayah Blitar Selatan, menarik minat generasi muda untuk mengenal dan melestarikan tradisi ini.

Bupati Blitar, Rijanto, menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan terhadap perkembangan kesenian tradisional di Lodoyo. Menurutnya, Blitar memiliki potensi budaya yang luar biasa, yang telah diakui secara nasional melalui berbagai karya budaya. Ia menyebutkan penghargaan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang diterima oleh karya-karya seperti Siraman Gong Kyai Pradah dan Jaranan, menegaskan bahwa kesenian Barongan Kucingan juga harus terus didorong untuk mempertahankan eksistensinya.

Lebih jauh, pagelaran budaya ini memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat setempat. Kehadiran ribuan pengunjung tidak hanya meramaikan suasana, tetapi juga turut menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar Alun-Alun. Dalam konteks ini, kesenian menjadi jembatan bukan hanya untuk melestarikan budaya, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai aktivitas ekonomi yang terbangun dari kegiatan budaya tersebut.