Jumat, 11 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Menteri Nusron Ingatkan Pentingnya Dialektika Berpikir di Kampus untuk Kemajuan Mahasiswa Blitar

Menteri Nusron Ingatkan Pentingnya Dialektika Berpikir di Kampus untuk Kemajuan Mahasiswa Blitar

Menteri Nusron Ingatkan Pentingnya Dialektika Berpikir di Kampus untuk Kemajuan Mahasiswa Blitar
Poin Penting:
  • Menteri Nusron menekankan pentingnya tradisi dialektika berpikir di kalangan mahasiswa.
  • Lingkungan akademik harus terbuka terhadap beragam pandangan dan kritik terhadap kebijakan publik.
  • Pertukaran pemikiran dapat memperkaya wawasan dan perspektif mahasiswa.

Dalam sebuah kuliah umum yang berlangsung di Politeknik Agraria STPN, Sleman, pada Jumat (4/9/2026), Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menekankan pentingnya pelestarian tradisi dialektika berpikir di kalangan mahasiswa. Ia mengungkapkan bahwa perbedaan pandangan dan kritik terhadap kebijakan publik adalah hal yang sangat diperlukan untuk memperluas wawasan akademis mahasiswa, termasuk di lingkungan sejenis Politeknik Agraria STPN yang merupakan sekolah semi-kedinasan.

Nusron dalam sambutannya menyatakan bahwa lingkungan akademik harus terbuka untuk menampung beragam pemikiran, termasuk pandangan yang kritis terhadap pemerintah. Ia mendorong pihak kampus untuk mengundang tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang, agar para mahasiswa bisa mendapatkan perspektif yang lebih kaya dan beragam.

"Tradisi dialektika berpikir mesti tetap hidup di mana pun kita berada. Meskipun ini adalah sekolah semi-kedinasan, jangan ragu untuk mengundang berbagai tokoh dari latar belakang yang berbeda, termasuk mereka yang memiliki pandangan kritis terhadap negara dan kebijakan pemerintah," tegas Nusron.

Menteri Nusron mengilustrasikan pentingnya pertukaran pemikiran dengan menggunakan metafora 'filsafat apel' dari pemikir Bernard Shaw. Ia menjelaskan bahwa saat dua orang menukar apel, jumlah yang dimiliki tetap sama, namun bila yang ditukarkan adalah pemikiran, kedua individu tersebut akan mendapatkan perspektif baru yang jauh lebih berharga. Pembelajaran yang beragam ini diharapkan akan menginspirasi mahasiswa untuk berpikir lebih kritis dan kreatif dalam menghadapi tantangan di dunia nyata.