- Metode 4:6 Tetsu Kasuya mengutamakan proporsi kopi dan air untuk menghasilkan rasa kopi yang optimal.
- Penyeduhan dilakukan dalam lima kali pouring dengan total air 300 mililiter.
- Pecinta kopi dapat menyesuaikan rasa kopi sesuai preferensi melalui pengaturan jumlah air yang digunakan.
JAKARTA - Metode penyeduhan kopi yang inovatif, 4:6 Tetsu Kasuya, telah menarik perhatian para pecinta kopi, termasuk di Blitar. Dalam video yang dipandu oleh Rafael, teknik ini dijelaskan secara mendalam, menunjukkan bagaimana rasio kopi dan air 1:15 dengan lima kali pouring dapat mengubah karakter rasa kopi yang dihasilkan. Tetsu Kasuya, yang dikenal sebagai juara Brewers Cup Championship 2016, memperkenalkan metode ini untuk membantu penyeduh kopi mengelola nuansa rasa dengan lebih baik.
Dalam praktiknya, Rafael menggunakan biji kopi yang berasal dari Flores, sebuah wilayah yang juga terkenal dengan kualitas kopinya di Indonesia. Dengan suhu air di antara 90-93 derajat Celsius, proses penyeduhan dimulai dengan membilas kertas filter menggunakan air panas, langkah ini penting untuk menghilangkan aroma kertas dan menyiapkan filter sebelum kopi dimasukkan.
Setelah mempersiapkan semua alat, kopi sebanyak 20 gram dimasukkan ke dalam alat seduh, untuk kemudian dituangkan total 300 mililiter air secara bertahap dalam lima kali pouring, masing-masing 60 mililiter. Proses pouring pertama berfungsi sebagai tahap awal ekstraksi yang krusial, dan pola pouring yang terstruktur ini tidak hanya memberikan rasa yang seimbang, namun juga memungkinkan penyeduh untuk mengatur tingkat kemanisan dan keasaman kopi sesuai selera.
Selain hasil akhir yang menggugah selera, metode 4:6 Tetsu Kasuya memberi kesempatan bagi para pecinta kopi di Blitar untuk bereksperimen dan memahami lebih dalam tentang teknik penyeduhan. Agar dapat menonjolkan sweetness atau kemanisan, jumlah air pada pouring awal bisa dikurangi. Sebaliknya, jika ingin menonjolkan acidity, jumlah air dapat ditambah pada tahap blooming atau pouring awal, menjadikan setiap cangkir kopi sebagai karya seni individual.