Selasa, 29 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Wisata & Kuliner › Mengungkap Sejarah GWK Bali: Dari Proyek Mangkrak Menjadi Ikon Budaya Indonesia

Mengungkap Sejarah GWK Bali: Dari Proyek Mangkrak Menjadi Ikon Budaya Indonesia

Mengungkap Sejarah GWK Bali: Dari Proyek Mangkrak Menjadi Ikon Budaya Indonesia
Poin Penting:
  • Proyek GWK menghadapi kendala besar selama 21 tahun akibat krisis moneter.
  • GWK merupakan taman wisata yang memperkenalkan seni dan budaya Bali, bukan tempat suci.
  • Patung GWK menggambarkan simbol Dewa Wisnu dan menjadi daya tarik utama wisata di Bali.

Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali bukan sekadar patung monumental, melainkan juga simbol perjuangan dan aspirasi budaya Indonesia. Sejak gagasan awal seniman Bali, Nyoman Nuarta, pembangunan GWK menghadapi berbagai rintangan, termasuk terhentinya proyek selama 21 tahun akibat krisis moneter yang melanda Indonesia. Krisis tersebut menyebabkan kenaikan nilai dolar dan membuat harga bahan baku melambung tinggi, sehingga mengakibatkan hilangnya momentum pembangunan.

Pada awalnya, GWK dirancang sebagai taman wisata yang bertujuan untuk memperkenalkan dan mempromosikan seni serta budaya Bali ke dunia internasional. Meski menggunakan nama Wisnu, penting untuk dicatat bahwa GWK bukanlah tempat suci bagi umat Hindu, melainkan objek wisata yang menawarkan pengalaman mendalam bagi para pengunjung mengenai warisan budaya lokal.

Patung Garuda Wisnu Kencana menggambarkan Dewa Wisnu yang mengendarai Garuda, simbol kepercayaan Hindu yang kaya makna. Terletak di kawasan Bukit Ungasan, Bali Selatan, lokasi ini dipilih untuk menambah kemegahan patung yang dirancang dengan skala besar. Dengan restorasi dan pengembangan yang dilakukan, GWK kini telah menjadi salah satu destinasi wisata utama di Bali, menarik pengunjung dari berbagai penjuru, dan mengembalikan kenangan akan cita rasa seni dan budaya lokal. Para wisatawan tidak hanya datang untuk melihat keindahan patung, tetapi juga untuk berinteraksi langsung dengan budaya Bali melalui berbagai kegiatan yang diadakan di kawasan ini.