- Muzahidin, pemilik sound horek, memiliki latar belakang yang beragam dalam dunia bisnis.
- Ia sempat berjualan komputer dan mengelola warnet sebelum beralih ke industri audio.
- Sound horek yang dibangunnya menjadi salah satu daya tarik di karnaval wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
BLITAR – Muzahidin, yang lebih akrab disapa Mas Bre, adalah sosok inspiratif di balik kesuksesan sound horek yang mulai dikenal di karnaval-karnaval se-Jawa Timur dan Jawa Tengah. Tak dimulai dari dunia audio, perjalanan hidupnya telah dipadati oleh berbagai pengalaman. Sejak muda, ia menjalani beragam pekerjaan, mulai dari berjualan komputer bekas hingga mengelola usaha warnet di wilayah Blitar.
Lahir dan besar di Sumbersari, Udanawu, pendidikan Muzahidin di SMK Negeri 1 Blitar dengan jurusan elektronik turut membentuk fondasi pengetahuannya dalam teknologi. Setelah memulai kariernya dengan menjual komputer di Tulungagung pada tahun 2010, ia beralih untuk merintis usaha dari rumah, sebuah langkah yang membawanya ke dalam dunia bisnis yang lebih luas. Usaha warnet bernama Aldonet yang didirikannya menjadi salah satu bukti ketekunan tersebut dan mampu bertahan pada masa keemasan penggunaan internet.
Namun, seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan perilaku pengguna internet yang beralih ke perangkat mobile, bisnis warnetnya mulai tertekan. Meskipun demikian, Muzahidin tidak menyerah. Ia menjelajahi berbagai aktivitas bisnis online dan trading hingga tahun 2018, yang kemudian mendorongnya untuk menemukan passion baru dalam dunia sound horek.
Kecintaannya terhadap musik dan hiburan tidak hanya menjadikannya seorang pengusaha sukses, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal. Kini, sound horek miliknya menjadi elemen penting dalam karnaval, memberikan warna sekaligus mendukung pelestarian budaya daerah. Muzahidin mengharapkan, dengan kreativitas dan inovasinya, sound horek ini akan semakin melambungkan nama Blitar di kancah yang lebih luas.