Jumat, 11 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Menggali Sejarah Candi Penataran: Pusat Keagamaan dan Warisan Budaya Kawasan Kediri

Menggali Sejarah Candi Penataran: Pusat Keagamaan dan Warisan Budaya Kawasan Kediri

Menggali Sejarah Candi Penataran: Pusat Keagamaan dan Warisan Budaya Kawasan Kediri
Poin Penting:
  • Candi Penataran adalah situs bersejarah penting yang berhubungan dengan sejarah Hindu Siwa di Jawa Timur.
  • Kompleks ini terbagi menjadi tiga bagian dengan arsitektur yang berfungsi berbeda-beda.
  • Candi ini menyimpan banyak artefak berharga, termasuk Arca Dwarapala dan berbagai bangunan penting lainnya.

BLITAR - Candi Penataran di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, merupakan salah satu situs bersejarah yang menjadi saksi bisu peradaban Hindu Siwa di Jawa Timur. Candi ini, yang dulunya dikenal dengan nama Candi Palah, adalah kompleks candi terluas dan termegah di provinsi ini, dan sering kali diasosiasikan dengan warisan dari Kerajaan Kediri. Melalui arsitektur yang megah, situs ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan budaya pada masanya.

Candi Penataran secara umum dibagi menjadi tiga bagian; halaman depan, halaman tengah, dan halaman belakang. Masing-masing area dipenuhi dengan struktur dan peninggalan arkeologis yang memiliki nilai sejarah tinggi. Di bagian depan kompleks, pengunjung akan disambut oleh dua Arca Dwarapala yang melambangkan penjaga pintu gerbang, yang oleh masyarakat lokal dikenal sebagai Rejo Pentung. Pada arca tersebut terukir angka 1242 Saka atau 1320 Masehi, menandakan pentingnya candi ini dalam penanggalan masa itu.

Di sisi barat laut halaman depan, terdapat Bale Agung, sebuah bangunan yang dibangun dari batu dengan dimensi 37 meter x 18,8 meter x 1,44 meter. Bale Agung tidak hanya berfungsi sebagai tempat musyawarah para pendeta, tetapi juga merepresentasikan kekuatan spiritual dan komunitas pada zamannya. Tidak jauh dari Bale Agung, Pendopo Teras yang berbentuk persegi panjang memiliki ukuran 29,005 meter x 9,22 meter x 1,5 meter, yang difungsikan sebagai tempat meletakkan sesajen dalam setiap upacara keagamaan yang berlangsung di candi.

Salah satu bagian penting lainnya adalah Candi Angka Tahun, yang sering juga disebut Candi Brawijaya atau Candi Ganesha. Di bangunan ini terdapat pahatan yang menunjukkan angka tahun 1291 Saka atau 1369 Masehi, menandakan kekuatan artistik dan kebudayaan saat itu. Dengan segala keindahan dan nilai sejarah yang dimilikinya, Candi Penataran tidak hanya berfungsi sebagai tempat wisata, tetapi juga sebagai simbol warisan luhur yang harus dilestarikan demi generasi mendatang.