Jumat, 11 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Ekonomi Menggali Hari Baik Memulai Usaha Melalui Perhitungan Weton di Blitar

Menggali Hari Baik Memulai Usaha Melalui Perhitungan Weton di Blitar

Menggali Hari Baik Memulai Usaha Melalui Perhitungan Weton di Blitar
Poin Penting:
  • Perhitungan weton merupakan metode tradisional untuk menentukan hari baik memulai usaha di Jawa.
  • Neptu kelahiran dan neptu hari usaha dijumlahkan, hasilnya dibagi lima untuk mendapatkan sisa angka.
  • Sisa angka memiliki makna tersendiri, yang dapat memengaruhi keputusan memulai usaha.

Di kalangan masyarakat Jawa, penentuan waktu yang tepat untuk memulai usaha seringkali dipengaruhi oleh kepercayaan tradisional yang berakar pada perhitungan weton. Salah satu cara untuk menentukan hari baik tersebut adalah melalui neptu kelahiran, yang kemudian dicocokkan dengan neptu dari hari yang ingin dipilih untuk memulai usaha. Perhitungan ini melibatkan penjumlahan neptu kedua elemen tersebut, di mana hasil akhirnya dibagi lima untuk mendapatkan sisa angka sebagai pedoman dalam memilih hari yang sesuai.

Neptu dalam konteks ini diperoleh berdasarkan nilai hari dan pasaran dalam kalender Jawa. Misalnya, Senin Pahing memiliki neptu 13, sementara Senin Pon memiliki neptu 11. Dalam sebuah video yang viral di YouTube, dijelaskan bagaimana cara menghitung hari baik untuk membuka usaha, dengan mengambil contoh spesifik seperti upaya memulai usaha di hari Minggu Legi. Penentuan neptu hari tersebut harus dijumlahkan dengan neptu kelahiran untuk menghasilkan angka yang relevan.

Jika hasil penjumlahan mencapai angka 25, maka pembagian lima akan melahirkan sisa yang menunjukkan relevansi hari tersebut untuk memulai usaha. Dalam penjelasan itu pula, terdapat istilah seperti Pati yang diartikan tidak layak dijadikan pilihan berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan. Hasil lainnya, seperti angka 24 yang disisa empat, juga punya makna tersendiri yang perlu dicermati sebelum mengambil keputusan.

Contoh lain yang ditampilkan adalah saat menggunakan Minggu Pon, di mana neptu-nya berjumlah 12. Ketika dijumlahkan dengan neptu kelahiran yang memiliki nilai 15, hasilnya adalah 27. Sekali lagi, pembagian dengan lima menghasilkan sisa dua, yang masih memungkinkan untuk meneruskan usaha sesuai dengan pedoman yang telah dijelaskan. Metode tradisional ini membuktikan bahwa banyak masyarakat Blitar masih memegang nilai-nilai budaya dalam menentukan keputusan penting seperti pembukaan usaha baru.