- Sepuluh tokoh ulama berpengaruh di NU mencakup KH Hasyim Asy’ari dan Gus Dur.
- KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahab Hasbullah merupakan tokoh penting dari Jombang.
- Video oleh Kampung Aswaja mengulas kontribusi dan pengaruh tokoh-tokoh ini dalam NU.
Dalam perjalanan panjang Nahdlatul Ulama (NU) yang telah menjadi salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, sejumlah tokoh ulama telah memainkan peran yang sangat krusial. Tokoh-tokoh ini tidak hanya berkontribusi dalam pendidikan melalui pesantren, tetapi juga dalam aspek pemikiran keagamaan dan kepemimpinan organisasi. Dalam konteks yang lebih luas, mereka juga berperan dalam peningkatan kehidupan sosial dan kebangsaan masyarakat, terutama di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya, termasuk Blitar.
Salah satu nama terkemuka yang diakui adalah Hadrotus Syekh KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU. Lahir di Desa Gedang, Jombang, pada 14 Februari 1871, KH Hasyim Asy’ari berasal dari keluarga yang terhormat di kalangan santri. Ayahnya, KH Asy’ari, dikenal sebagai pendiri Pesantren Keras, sementara kakeknya memiliki pengaruh besar sebagai pendiri Pesantren Gedang. Keluarga almarhum selalu terlibat dalam dunia pendidikan pesantren yang menjadi basis pergerakan NU hingga kini.
Disamping itu, KH Abdul Wahab Hasbullah, lahir di Tambakberas, Jombang, pada Maret 1888, juga tergolong tokoh berpengaruh dalam perkembangan NU. Ia memiliki hubungan nasab yang erat dengan KH Hasyim Asy’ari melalui KH Abdul Salam, menunjukkan betapa terhubungnya para tokoh ini melalui silsilah dan pemikiran dalam memperjuangkan kemajuan umat. Dalam sebuah video yang dirilis oleh Kampung Aswaja, sepuluh tokoh ulama tersebut diulas tuntas, menguraikan dampak dan sumbangsih mereka terhadap organisasi yang kini telah berperan dalam banyak aspek di masyarakat.
Melalui penulisan ini, kita diajak untuk lebih mengenal dan menghargai jerih payah tokoh-tokoh hebat yang telah menciptakan warisan luar biasa dalam dunia agama dan sosial, serta menginspirasi generasi muda untuk meneruskan perjuangan mereka dalam semangat Nahdliyin.