Minggu, 02 Agustus 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Ekonomi Panduan Lengkap Menanam Bawang Merah: Dari Persiapan hingga Panen untuk Petani Blitar

Panduan Lengkap Menanam Bawang Merah: Dari Persiapan hingga Panen untuk Petani Blitar

Panduan Lengkap Menanam Bawang Merah: Dari Persiapan hingga Panen untuk Petani Blitar
Poin Penting:
  • Budidaya bawang merah membutuhkan perhatian dan perawatan rutin untuk hasil maksimal.
  • Proses penanaman yang tepat dapat menghasilkan panen optimal dalam 57 hari.
  • Petani perlu memperhatikan kondisi lahan dan teknik penanaman agar bawang merah tumbuh dengan baik.

BLITAR - Menanam bawang merah adalah kegiatan budidaya yang membutuhkan perhatian dan ketelitian khusus, terutama bagi para petani di Blitar yang ingin mendapatkan hasil optimal. Proses ini tidak hanya melibatkan penyediaan lahan yang baik, tetapi juga harus diimbangi dengan pemupukan terjadwal, penyemprotan pestisida, serta pengendalian penyakit yang harus dilakukan secara rutin. Hal ini penting untuk memastikan tanaman tumbuh sehat hingga waktu panen tiba.

Budidaya bawang merah sangat sensitif terhadap perubahan cuaca dan serangan berbagai penyakit, termasuk moler. Setiap fase pertumbuhan bawang merah memerlukan perlakuan yang berbeda, mulai dari langkah awal tanam hingga saat umbi siap untuk dipanen. Dengan penerapan teknik yang benar, petani di Blitar dapat memanen bawang merah sekitar 57 hari setelah tanam (HST) dengan ukuran umbi yang optimal dan kualitas yang unggul.

Proses budidaya dimulai dengan pembuatan bedengan sebagai media tanam. Sebelum menanam, lahan harus diberi kapur dolomit untuk menjaga tingkat keasaman tanah agar tetap ideal. Setelah bedengan diratakan, pembuatan garis tanam dilakukan agar posisi setiap umbi tertata rapi. Pada lahan dengan tekstur keras, lubang tanam perlu dibuat terlebih dahulu untuk mempermudah proses penanaman.

Saat melakukan penanaman, disarankan untuk memotong bagian ujung umbi sekitar seperempat bagiannya, guna mempercepat munculnya tunas dan memastikan pertumbuhan yang lebih seragam. Umbi kemudian ditancapkan ke dalam tanah dan ditutup tipis agar tetap stabil, sehingga tunas dapat muncul hampir bersamaan dalam waktu enam hari setelah tanam. Keberhasilan awal ini menandakan bahwa bibit sudah beradaptasi dengan baik di lahan yang disiapkan.