Jumat, 11 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Mengawasi Warisan: Generasi Muda Kauman Abadikan Bahasa Camondan Lewat Film Dokumenter

Mengawasi Warisan: Generasi Muda Kauman Abadikan Bahasa Camondan Lewat Film Dokumenter

Mengawasi Warisan: Generasi Muda Kauman Abadikan Bahasa Camondan Lewat Film Dokumenter
Poin Penting:
  • Generasi muda Kauman berkolaborasi untuk membuat film dokumenter tentang bahasa Camondan.
  • Sejarawan dan tokoh sepuh ikut berkontribusi dalam mendokumentasikan sejarah bahasa Camondan.
  • Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian bahasa lokal.

Bahasa Camondan merupakan salah satu warisan budaya lisan yang memiliki sejarah panjang di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar. Dalam upaya melestarikan dan memperkenalkan bahasa yang telah ada sejak zaman awal kemerdekaan Indonesia ini, generasi muda setempat telah berinisiatif untuk membuat sebuah film dokumenter. Proyek ini tidak hanya melibatkan anggota komunitas muda, tetapi juga melibatkan sejarawan dan tokoh-tokoh sepuh yang memiliki pemahaman mendalam mengenai asal-usul bahasa Camondan.

Pembuatan film dokumenter ini berlangsung selama dua bulan dan melibatkan sejarawan lokal, Indah Iriani dan Ferry Riyandika, yang berfungsi sebagai narasumber untuk menggali informasi sejarah dan perkembangan bahasa Camondan. Selain itu, dokumentasi juga menyoroti kisah dari penutur bahasa Camondan, seperti Moch. Djahid Chudori dan Moch. Irfan, yang berperan penting dalam mendokumentasikan bahasa tersebut secara lisan. Melalui kolaborasi antarkomunitas, film ini bertujuan lebih dari sekadar sebagai rekaman visual; ia berfungsi sebagai sarana untuk mentransmisikan pengetahuan sejarah dan kultural kepada generasi mendatang.

Ketua RW 04 Kelurahan Kauman, Hendra Budy Prasetya, menyampaikan harapannya bahwa proyek dokumenter ini dapat meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap bahasa Camondan. Ia menekankan pentingnya pemahaman komprehensif mengenai bahasa tersebut, bukan hanya dalam penggunaannya sehari-hari, tetapi juga dalam mengetahui akar sejarah dan makna di balik kosakata-kosakata yang menjadi bagian dari identitas lokal. Dengan demikian, generasi muda di Kauman tidak hanya menjadi penjaga warisan budaya, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam melestarikan sejarah lisan yang berharga bagi masyarakat Blitar.