- Bonsai santigi Bali seharga Rp1,5 miliar menjadi daya tarik utama di Piala Presiden.
- Proses perawatan bonsai ini membutuhkan ketekunan dan berlangsung lebih dari 15 tahun, meskipun mengalami fase kritis.
- Pohon bonsai ini memiliki keunikan anatomi yang langka dan tampilan yang sangat menarik secara visual.
Dalam ajang pameran bonsai bergengsi Piala Presiden yang digelar di Jakarta, sebuah pohon bonsai berjenis santigi (sendigi) asal Bali berhasil mencuri perhatian banyak pengunjung. Pohon bonsai yang dipamerkan oleh pemiliknya ini memiliki nilai yang fantastis, mencapai Rp1,5 miliar. Dengan tinggi 50 sentimeter, bonsai ini bukan hanya sekadar tanaman hias, melainkan karya seni hidup yang menunjukkan dedikasi dan ketekunan dalam perawatannya selama lebih dari 15 tahun.
Kolektor senior asal Jakarta ini mengungkapkan bahwa ia akan segera pindah ke Jakarta, dan dengan kepergiannya, ia berencana untuk melepaskan koleksi langka ini jika ada peminat yang bersedia menebusnya dengan nilai yang ditawarkan. Kehadiran bonsai premium ini ternyata menjadi daya tarik yang tak terbantahkan bagi para penggemar tanaman hias dan kolektor kelas atas yang hadir di pameran tersebut.
Pohon santigi ini memiliki perjalanan perawatan yang panjang dan rumit. Sejak diambil alih pada tahun 2009, pemilik telah berkomitmen untuk membentuk proporsi dan percabangan yang ideal, meskipun awalnya mengalami fase kritis dalam pertumbuhannya selama 13 tahun, di mana pohon ini mengalami kesulitan akibat ketidakcocokan air yang digunakan. Namun, berkat pemindahan ke lokasi baru di kawasan Bonsai Indah, pohon ini mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan. Sekarang, kondisi kesehatan tanaman jauh lebih baik dan daun-daunnya menunjukkan pertumbuhan yang optimal.
Secara arsitektur, pohon bonsai ini memiliki keunikan yang sangat khas, dengan batang utama yang didekorasi oleh keringan alami yang menciptakan kesan dramatis dan seni yang Setara dengan usia ratusan tahun. Penampilan visualnya semakin menawan berkat batu pendukung yang menggunakan batu Sumba atau Sulawesi, menghasilkan harmoni yang memikat antara elemen alami dan estetika.
Pemberitaan tentang bonsai ini tidak hanya menarik bagi mereka yang mencintai seni tanaman hias, tetapi juga menggugah rasa ingin tahu masyarakat Blitar tentang nilai dan persyaratan dalam menjaga flora yang berharga. Karya seni alam ini menjadi simbol dedikasi dan profesionalisme dalam dunia koleksi tanaman hias yang semakin berkembang.