- Kono dan Hario V60 memiliki desain dan karakter seduhan yang berbeda.
- Kertas filter Kono lebih praktis dan tidak membutuhkan proses pembilasan.
- Desain dinding dan ukuran lubang penyeduh mempengaruhi aliran air dan hasil seduhan.
Blitar, SuaraBlitar - Dalam dunia kopi, kehadiran berbagai alat seduh memberikan warna tersendiri bagi penggemar kopi, salah satunya adalah penyeduh Kono dan Hario V60. Meski keduanya memiliki kesamaan dalam bentuk penyeduh yang mirip dengan V60, terdapat sejumlah perbedaan mendasar yang mempengaruhi karakter hasil seduhan. Hal ini menjadi topik utama dalam sebuah video di Channel Tentang Kopi yang menggali lebih dalam tentang keduanya.
Penyeduh Kono yang diproduksi di Jepang memerlukan perhatian lebih bagi pengguna terkait perlengkapan yang disertakan, sebab kertas filter tidak termasuk dalam paket pembelian. Di sisi lain, bahan penyeduh yang terbuat dari plastik membuat pengguna harus berhati-hati mengenai batas suhu yang dianjurkan agar tidak mengganggu kualitas penyeduhan. Dalam video dijelaskan, tulisan berbahasa Jepang pada produk mengindikasikan batas suhu maksimum di sekitar 90 derajat Celsius, meski informasi tersebut perlu dipastikan kembali untuk keamanan saat menggunakan.
Perbandingan juga dilakukan pada kertas filter yang mendampingi kedua alat seduh ini. Filter Kono yang lebih tipis mengungguli filter Hario dan Tiamo dalam hal kemudahan penggunaan. Pengalaman pembuat video menunjukkan bahwa filter Kono tidak memerlukan proses pembilasan sebelum digunakan, berbeda dengan filter Hario yang memiliki aroma kertas dan pemutih yang masih terasa setelah dibilas. Selain itu, desain dinding pada masing-masing penyeduh pun membawa pengaruh signifikan terhadap aliran air dan proses ekstraksi kopi, di mana Kono memiliki dinding yang lebih polos sedangkan Hario V60 memiliki alur yang memfasilitasi pergerakan udara.
Dalam percobaannya, pembuat video mengamati perbedaan hasil seduhan dari kedua penyeduh dengan menggunakan ukuran gilingan yang setara dan suhu air yang serupa. Hasilnya, Kono menunjukkan karakter fruity dan rasa asam yang lebih menonjol, karena waktu kontak air dengan kopi lebih lama. Proses penyeduhan yang lebih panjang ini, mengindikasikan bahwa perbedaan desain dinding dan ukuran lubang juga sangat berpengaruh. Sementara Kono memiliki lubang bawah berdiameter 1 sentimeter, Hario V60 sebesar 1,7 sentimeter, yang membuat aliran air di masing-masing metode berbeda. Dengan informasi ini, para pecinta kopi di Blitar dapat lebih memahami dan memilih alat seduh yang sesuai dengan preferensi rasa mereka.