- Piala Dunia bermula dari gagasan tokoh sepak bola Eropa untuk membentuk organisasi internasional.
- Jules Rimet berperan penting dalam menghadirkan ide turnamen Piala Dunia untuk merefleksikan kekuatan sepak bola global.
- Uruguay menjadi tuan rumah Piala Dunia perdana setelah ditetapkannya keputusan untuk menggelar ajang tersebut setiap empat tahun.
Piala Dunia, sebagai ajang sepak bola terbesar dan paling bergengsi di dunia, memiliki sejarah yang kaya dan penuh liku. Perjalanan Piala Dunia dimulai pada tahun 1904 dengan gagasan sekelompok tokoh sepak bola Eropa yang merasa perlunya satu organisasi internasional untuk mengatur dan menyatukan perkembangan olahraga ini. Pada masa itu, sepak bola masih didominasi oleh Inggris, di mana negara-negara lain mulai menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam olahraga ini. Dengan semangat kebersamaan, tokoh-tokoh dari Belanda, Prancis, Belgia, Denmark, dan Spanyol berkumpul untuk membahas ide tersebut. Meskipun Inggris menolak ajakan mereka, mereka tetap melanjutkan langkah tersebut hingga akhirnya mendirikan FIFA pada 21 Mei 1904 di Paris.
Dalam era awalnya, FIFA di bawah kepemimpinan Robert Guérin sebagai presiden pertama, berusaha menyatukan aturan permainan sepak bola yang beragam di berbagai negara, sambil merencanakan kompetisi internasional yang lebih terstruktur. Namun, meskipun telah memiliki struktur yang jelas, FIFA belum langsung mendapatkan pengakuan sebagai otoritas utama dalam sepak bola global. Olimpiade masih memegang status sebagai turnamen sepak bola yang paling bergengsi pada waktu itu.
Puncaknya saat Jules Rimet, yang kemudian menjabat sebagai presiden FIFA, mengusulkan gagasan revolusioner untuk mengadakan turnamen khusus yang melibatkan negara-negara dari seluruh belahan dunia. Dalam pandangannya, gelar juara Olimpiade tidak sepenuhnya mencerminkan kekuatan sepak bola global karena keterbatasan partisipasi. Dukungan khusus datang dari Uruguay, yang bersedia menjadi tuan rumah dan menanggung seluruh biaya penyelenggaraan.
Pada Kongres FIFA tahun 1928, keputusan untuk menggelar Piala Dunia setiap empat tahun sekali disetujui, dan satu tahun kemudian, Uruguay resmi ditunjuk sebagai tuan rumah untuk edisi perdana. Sejak saat itu, Piala Dunia telah menjadi simbol persatuan dan semangat olahraga yang menjangkau semua lapisan masyarakat di seluruh dunia, termasuk di daerah kita tercinta, Blitar.