- Lebih dari 32 ribu perempuan di Blitar berstatus sebagai kepala keluarga.
- Perempuan kepala keluarga tidak selalu janda, dan bisa berasal dari berbagai kondisi sosial.
- Pemerintah daerah memberikan dukungan melalui program pemberdayaan untuk perempuan.
Di Kabupaten Blitar, fenomena menarik terungkap dengan tercatatnya lebih dari 32 ribu perempuan yang berperan sebagai kepala keluarga. Data yang diperoleh dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3APPKB) mencatat sebanyak 32.264 perempuan berstatus sebagai kepala keluarga (PEKKA) di berbagai wilayah di kabupaten ini. Dengan berbagai latar belakang dan tantangan, mereka berperan sebagai tulang punggung keluarga di tengah meningkatnya kebutuhan hidup dan kompleksitas sosial yang ada.
Menurut Kabid Kesetaraan Gender Dinas P3APPKB, Lies Setyaningrum, banyak dari perempuan tersebut tidak selalu berstatus janda, melainkan dihadapkan pada berbagai kondisi yang memaksa mereka untuk mengambil alih peran kepala keluarga. Beberapa diantaranya adalah perempuan yang ditelantarkan oleh suami, sementara yang lain harus bertanggung jawab terhadap keluarga karena orang tua mereka yang sudah lanjut usia tidak lagi dapat mencari nafkah.
Dengan meningkatnya jumlah perempuan yang berperan sebagai kepala keluarga, pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan pembinaan dan pemberdayaan terhadap mereka. Program-program yang dicanangkan bertujuan untuk mendukung perempuan dalam mengatasi tantangan ekonomi dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka dan keluarga. Hal ini menjadi penting, karena kontribusi mereka tidak hanya berdampak pada kesejahteraan keluarga, tetapi juga turut berkontribusi pada perekonomian lokal di Blitar.
Fenomena ini juga mencerminkan dinamika sosial yang terjadi di Kabupaten Blitar, di mana perempuan berperan lebih aktif dalam kehidupan ekonomi dan sosial. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memberikan dukungan dan apresiasi lebih terhadap upaya para perempuan kepala keluarga ini dalam meraih kemandirian dan keberhasilan.