- Diva Nur Desiana Sari menukarkan uang baru menjelang Lebaran untuk kebutuhan mudik.
- Kesulitan mendapatkan kuota penukaran uang melalui aplikasi online membuat Diva memilih layanan kas keliling.
- Ketersediaan uang pecahan baru penting untuk tradisi Lebaran dan kelancaran transaksi bagi pelaku usaha.
Di tengah persiapan menyambut hari raya Idul Fitri, beberapa warga Blitar memanfaatkan layanan kas keliling yang disediakan oleh Bank Indonesia Kediri. Salah satunya adalah Diva Nur Desiana Sari, seorang guru SD asal Kebumen yang kini menetap di Kota Blitar. Diva memutuskan untuk menukarkan uang pecahan baru menjelang mudik ke kampung halamannya, agar tidak mengalami kesulitan mencari uang baru pada waktu-waktu sibuk jelang Lebaran.
Diva menjelaskan, ia sering kali kehabisan kuota penukaran uang melalui aplikasi online saat mendekati hari raya. Oleh karena itu, ia memilih untuk menukarkan uang lebih awal, yakni senilai Rp 3,7 juta dengan pecahan yang bervariasi. Pecahan tersebut antara lain Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5 ribu, hingga Rp 2 ribu, yang akan digunakan untuk memberikan 'salam tempel' kepada sanak saudara di Kebumen.
“Sebagai seorang perantau, memiliki uang pecahan baru sangat penting, terutama untuk tradisi saat Idul Fitri. Dengan menukarkan lebih awal, saya bisa lebih tenang dan tidak khawatir kehabisan uang baru di saat-saat terakhir,” ungkap Diva saat ditemui di lokasi penukaran. Diva juga menyebutkan, ia mendapatkan informasi mengenai kedatangan kas keliling dari akun Instagram resmi BI Kediri, yang memudahkan dalam perencanaan penukarannya.
Ketersediaan uang pecahan kecil tidak hanya relevan bagi individu seperti Diva, tetapi juga merupakan kebutuhan bagi pelaku usaha kecil. Banyak pedagang yang memerlukan uang kembalian dalam jumlah pecahan kecil untuk memberikan pelayanan optimal kepada pelanggan. Dengan demikian, layanan kas keliling ini menjadi solusi praktis yang tidak hanya mendukung tradisi Lebaran tetapi juga mendorong kelancaran transaksi sehari-hari.