- Warga Dusun Tumpaksuruh mengalami kekeringan sumur selama tiga bulan.
- Jumlah air bersih yang disalurkan hari ini mencapai 17 ribu liter untuk 40 KK.
- Kegiatan antre untuk mengambil air bersih dilaksanakan dengan tertib dan penuh kebersamaan.
Warga Dusun Tumpaksuruh, Desa Margomulyo, Kabupaten Blitar, mendapati diri mereka menghadapi tantangan serius dalam memenuhi kebutuhan air bersih di tengah kemarau panjang. Selama sekitar tiga bulan, sumur-sumur warga mengalami kekeringan, memaksa mereka untuk menunggu bantuan air bersih yang disalurkan oleh pemerintah. Dengan penuh kesabaran, para warga antre dengan membawa jerigen dan galon bekas, siap untuk mendapatkan pasokan air yang sangat dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari mereka.
Tri Nanik (48), salah satu warga yang ditemui saat antre, mengungkapkan kesulitan yang mereka hadapi. "Kami sudah mengalami kekeringan ini sejak tiga bulan lalu dan baru beberapa minggu ini meminta bantuan air bersih. Setiap dua hari sekali, bantuan datang, dan kami sangat mengandalkannya untuk memenuhi kebutuhan seperti mandi dan mencuci," katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, menjelaskan bahwa pada hari tersebut, sejumlah 17 ribu liter air bersih berhasil disalurkan kepada masyarakat Desa Margomulyo. "Dropping hari ini terdiri dari dua tangki yang masing-masing berkapasitas 6 ribu liter dan satu tangki berisi 5 ribu liter. Total ini ditujukan untuk 40 kepala keluarga yang terdiri dari 162 jiwa," jelasnya. Ketersediaan air bersih yang teratur adalah harapan utama bagi warga dalam mewujudkan kenyamanan dan keamanan kebutuhan sehari-hari.
Dalam situasi yang mengkhawatirkan ini, tetap ada rasa kebersamaan dan ketertiban di antara warga saat antre. Meskipun menghadapi krisis, semangat saling membantu terlihat jelas dalam komunitas Dusun Tumpaksuruh. Warga diharapkan dapat mendapatkan akses air bersih yang lebih baik ke depannya, agar mereka tidak lagi terpaksa menghitung setiap tetes air yang ada.