- Dinas PUPR Kota Blitar prioritaskan perbaikan sistem drainase untuk kurangi genangan air.
- Dua titik utama perbaikan berada di Jurang Sembot dan jalur Jalan Anggrek hingga Jalan Melati.
- Pemerintah juga rencanakan penanganan genangan di Jalan Palem untuk meningkatkan keselamatan jalan.
Pemerintah Kota Blitar, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), tengah memprioritaskan perbaikan sistem drainase di dua titik rawan genangan air pada tahun anggaran 2026. Upaya ini bertujuan untuk mengurangi genangan air yang sering mengganggu aktivitas masyarakat saat hujan deras. Dua lokasi yang menjadi fokus utama perbaikan adalah kawasan Jurang Sembot, Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, serta ruas jalur Jalan Anggrek hingga Jalan Melati.
Kepala Dinas PUPR Kota Blitar, Erna Santi, menjelaskan bahwa penanganan genangan air menjadi salah satu proyek strategis mereka tahun ini. Ia menyatakan, βProyek strategis di dinas PUPR tahun ini memang difokuskan untuk penanganan genangan, melalui pembenahan sistem drainase dan saluran pembuang.β Proyek ini berfungsi untuk meningkatkan efisiensi sistem drainase di kawasan tersebut, yang selama ini kerap mengganggu kenyamanan masyarakat.
Salah satu proyek yang sedang dijalankan adalah pembangunan saluran pembuang di Jurang Sembot. Proyek ini melanjutkan pekerjaan pada bagian hilir dekat aliran sungai yang telah dilakukan sebelumnya, guna mengoptimalkan sistem drainase di kawasan tersebut. Dengan alokasi anggaran sebesar Rp900.900.000 dari APBD Tahun Anggaran 2026, proyek ini saat ini berada pada tahap pembukaan dokumen penawaran.
Selain fokus di Jurang Sembot, pemerintah juga merencanakan peningkatan saluran pembuang di jalur Jalan Anggrek hingga Jalan Melati yang mendapatkan anggaran Rp700.507.500. Proyek ini pun saat ini menjalani proses tender. Lebih jauh, Dinas PUPR juga mengidentifikasi kawasan Jalan Palem sebagai lokasi lain yang membutuhkan penanganan genangan, di mana sering terjadi akumulasi material pasir dan sampah yang mengganggu kondisi jalan dan keselamatan pengguna jalan. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menciptakan infrastruktur yang lebih baik dan aman bagi warga Blitar.