- KONI Kota Blitar mengajukan surat kedua untuk audiensi setelah surat pertama tidak mendapat respon.
- Pengurus KONI bertekad menjalin komunikasi dengan Pemkot untuk pengembangan olahraga.
- Proses penjaringan atlet tetap berlanjut meski transisi kepengurusan belum sepenuhnya selesai.
Pada hari Jumat, 3 Juli 2026, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar resmi mengajukan surat kedua kepada Pemerintah Kota Blitar untuk meminta audiensi. Langkah ini diambil setelah, dua minggu lalu, surat pertama yang dikirimkan belum mendapatkan respon atau jadwal pertemuan. Samanhudi Anwar, Ketua KONI Kota Blitar, menjelaskan bahwa surat pertama disampaikan melalui bagian umum pemerintah daerah dan tembusan di kirimkan kepada Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) setempat.
Menurut Samanhudi, hingga saat ini, KONI hanya menerima informasi bahwa Pemkot masih memiliki agenda yang sangat padat. Namun, ia menegaskan pentingnya komunikasi yang baik antara KONI dan kepala daerah untuk membahas berbagai program dan kebijakan dalam pembinaan olahraga. Sebagai bentuk itikad baik tersebut, KONI berkomitmen akan mengajukan permohonan audiensi hingga tiga kali jika diperlukan, demi Keberhasilan pembangunan olahraga di Kota Blitar.
Dalam kesempatan sebelumnya, Wakil Ketua I KONI Kota Blitar, Elim Tyu Samba, menyatakan bahwa meskipun transisi kepengurusan saat ini berlangsung, proses penjaringan dan pembinaan atlet tetap berjalan sesuai rencana. KONI juga sedang mempersiapkan agenda olahraga penting, seperti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) yang dijadwalkan pada akhir tahun 2026.
Elim menambahkan, kepengurusan baru hingga kini belum menerima pemberitahuan terkait penyerahan kunci kantor KONI pasca pelantikan pada 18 Juni 2026. Hal ini menghambat operasional organisasi, yang masih menunggu proses administrasi sesuai aturan yang berlaku. Dia berharap penyerahan aset dan kantor KONI dapat segera diwujudkan agar organisasi dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal dalam pengembangan prestasi atlet di Kota Blitar.