- Pembangunan KDMP di SDN Tlogo 2 mengganggu konsentrasi siswa selama proses belajar mengajar.
- Akses siswa terhadap perpustakaan terhambat karena koleksi buku terpaksa disimpan di gudang.
- Ruang gerak siswa berkurang, memaksa sebagian kegiatan olahraga dilaksanakan di lapangan desa dengan pengawasan ketat.
Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di lingkungan SDN Tlogo 2 saat ini tengah menjadi perhatian besar, di tengah pengajaran yang berlangsung. Sugianto, Kepala SDN Tlogo 2, mengungkapkan bahwa proyek pembangunan ini memberikan dampak negatif terhadap proses belajar mengajar siswa. Kebisingan yang ditimbulkan dari aktivitas pembangunan telah mengganggu konsentrasi siswa dalam mengikuti pelajaran, mengganggu suasana belajar yang ideal untuk pengembangan pengetahuan mereka.
Selain gangguan suara, dampak signifikan lainnya terlihat pada layanan perpustakaan sekolah. Ruang perpustakaan yang terhalang oleh pekerjaan pembangunan menjadikan akses koleksi buku sulit bagi siswa. Buku-buku yang seharusnya mendukung kegiatan literasi siswa justru terpaksa disimpan dalam gudang, yang membuat kegiatan membaca dan meminjam buku tak dapat berjalan dengan optimal. Kondisi ini jelas tidak sesuai dengan tujuan pendidikan yang ingin dicapai di SDN Tlogo 2.
Lebih jauh, pembatasan area di sekitar sekolah akibat pembangunan juga mempengaruhi kegiatan olahraga dan rekreasi siswa. Dengan berkurangnya ruang hijau untuk beraktivitas, Sugianto terpaksa mengalihkan beberapa pelajaran olahraga ke lapangan desa. Namun, hal ini hadir dengan tantangan tersendiri, yaitu siswa harus menyeberang jalan raya yang rawan dengan lalu lintas kendaraan, sehingga pengawasan menjadi sangat penting.
Sugianto menegaskan bahwa pihak sekolah berkomitmen untuk mencari cara agar proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik di tengah situasi ini. Ia juga berharap agar pembangunan KDMP dapat segera rampung, sehingga seluruh fasilitas pendidikan, termasuk ruang perpustakaan dan ruang kelas, bisa kembali berfungsi seperti semula. Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar menjanjikan rehabilitasi ruang menggantikan yang terdampak melalui Perubahan Anggaran Keuangan yang akan dibahas pada bulan Agustus mendatang.