Kamis, 15 Oktober 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Pendidikan & Budaya › KH Abdul Ghofur: Pentingnya Memperhatikan Hari Naas Saat Pindah Rumah Menurut Perhitungan Jawa

KH Abdul Ghofur: Pentingnya Memperhatikan Hari Naas Saat Pindah Rumah Menurut Perhitungan Jawa

KH Abdul Ghofur: Pentingnya Memperhatikan Hari Naas Saat Pindah Rumah Menurut Perhitungan Jawa
Poin Penting:
  • KH Abdul Ghofur memaparkan tujuh hari naas dalam perhitungan Jawa yang perlu diperhatikan saat pindah rumah.
  • Perhitungan hari naas mengacu pada kalender Hijriah serta penanggalan tradisional Jawa.
  • Masyarakat disarankan untuk memahami perbedaan antara kalender Hijriah dan Masehi dalam menentukan tanggal penting.

Dalam sebuah pengajian di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Paciran, Lamongan, KH Abdul Ghofur menyampaikan wawasan mendalam mengenai kepercayaan masyarakat Jawa terkait hari naas untuk pindah rumah. Menurut beliau, ada tujuh hari yang sebaiknya diwaspadai sebelum melakukan kegiatan penting, termasuk membangun rumah, melakukan pernikahan, atau membeli kendaraan. Penghitungan ini didasarkan pada kalender Hijriah dan penanggalan tradisional Jawa, yang dianggap berpengaruh terhadap keberhasilan suatu aktivitas.

Pandangan yang disampaikan KH Abdul Ghofur merupakan bagian dari tradisi yang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat Jawa, di mana banyak orang memilih untuk merujuk pada penanggalan tertentu sebelum melaksanakan proyek besar. Dalam pengajiannya, ia merinci beberapa tanggal yang perlu diperhatikan, seperti tanggal 3, 5, 13, dan Rebo Wekasan, yang merupakan Rabu terakhir di bulan tertentu.

Meski begitu, dalam rekaman video pengajian, ada bagian yang kurang jelas, sehingga daftar lengkap tujuh hari naas tersebut tidak dapat dipastikan sepenuhnya. Hal ini menjadi penting untuk diperhatikan oleh masyarakat, karena memulai kegiatan tanpa memperhitungkan kondisi hari dapat berdampak pada hasil yang diharapkan.

Dengan kesadaran akan perbedaan antara sistem penanggalan Hijriah dan Masehi, masyarakat diharapkan lebih teliti dalam memahami dan menerapkan perhitungan ini. Menjalani kehidupan sehari-hari dengan dasar tradisi yang telah ada selamanya dapat membantu mencapai keberuntungan dan kelancaran dalam setiap langkah yang diambil.