Kamis, 20 Agustus 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Ekonomi Kesadaran Tera Ulang di Blitar Masih Minim, 2.476 Timbangan Menanti Pemeriksaan

Kesadaran Tera Ulang di Blitar Masih Minim, 2.476 Timbangan Menanti Pemeriksaan

Kesadaran Tera Ulang di Blitar Masih Minim, 2.476 Timbangan Menanti Pemeriksaan
Poin Penting:
  • 2.476 unit alat ukur di Blitar belum menjalani tera ulang hingga 2026.
  • Kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya tera ulang masih rendah.
  • Disperindag berupaya meningkatkan edukasi dan memberikan solusi ke pedagang.

Kota Blitar masih menghadapi tantangan besar dalam hal kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya tera ulang alat ukur, takar, dan timbang (UTTP). Hingga tahun 2026, sebanyak 2.476 unit dari total 5.919 unit UTTP yang harus diperiksa belum menjalani tera ulang. Data yang dirilis oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menunjukkan bahwa baru 3.443 unit yang telah melalui proses pemeriksaan. Angka ini mencerminkan bahwa pelaksanaan tera ulang di daerah ini masih jauh dari optimal.

Kepala Disperindag Kota Blitar, Parminto, mengungkapkan bahwa pihaknya terus berusaha meningkatkan kesadaran di kalangan pelaku usaha. Beberapa pedagang masih kurang memahami pentingnya tera ulang, yang berfungsi menjamin akurasi dalam transaksi perdagangan. Amanat hukum dan perlindungan konsumen menjadi perhatian utama, sehingga Disperindag melakukan pendekatan langsung kepada pedagang untuk menjelaskan manfaat serta prosedur tera ulang.

Selain masalah edukasi, terdapat juga kendala lain berupa kekhawatiran pedagang akan gangguan terhadap aktivitas perdagangan mereka. Sebagian pedagang merasa cemas bahwa proses pemeriksaan yang memerlukan penghentian sementara penggunaan alat ukur dapat mengganggu kelancaran usaha mereka. Parminto menegaskan, "Masih ada pedagang yang khawatir usahanya terganggu karena harus berhenti sementara saat alat ditera," ujarnya.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Disperindag berencana untuk merumuskan strategi baru yang bisa menghadirkan solusi bagi pedagang, seperti penjadwalan tera yang lebih fleksibel. Diharapkan, langkah-langkah tersebut dapat meningkatkan drivel untuk menjalani tera ulang, memastikan keadilan dalam bertransaksi, dan pada gilirannya memperkuat ekonomi lokal di Kota Blitar.