- Sudaryono menilai bahwa pemberitaan media mempengaruhi kontroversi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Diskusi mengenai MBG banyak dipengaruhi oleh kepentingan ideologis dan politis dari beberapa pihak.
- Komitmen BGN untuk mengambil tindakan tegas terhadap petugas yang tidak disiplin demi menjaga integritas program.
Pada sebuah pernyataan yang disampaikan baru-baru ini, Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menyoroti dampak pemberitaan media terhadap kontroversi seputar Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, kebangkitan persoalan yang ramai dibahas di khalayak, terutama di media sosial, tidak terlepas dari peran aktor-aktor tertentu, termasuk wartawan dan oknum LSM. Ia berpendapat bahwa banyak dari diskusi ini memiliki nuansa ideologis dan politis yang melampaui substansi dari program tersebut.
"Yang meramaikan diskusi tentang MBG bukan hanya guru dan orang tua siswa, tetapi juga banyak wartawan dan oknum LSM. Ini menjadi sebuah pembahasan yang lebih bersifat ideologis dan politis," ujarnya pada tanggal 14 September 2026. Meski demikian, Sudaryono menegaskan bahwa secara umum, masyarakat di lapangan tidak menunjukkan adanya masalah berarti dengan pelaksanaan program ini.
Sebagai langkah untuk menjaga kualitas dan integritas BGN, Sudaryono juga mengungkapkan komitmennya untuk mengambil tindakan tegas terhadap petugas yang tidak disiplin atau dinilai tidak kompeten. Ini termasuk kemungkinan pemecatan bagi mereka yang tidak memenuhi standar kerja, sebagai wujud tanggung jawab BGN dalam memastikan suksesnya program MBG untuk masyarakat. Dengan langkah ini, ia berharap program makan bergizi gratis dapat berjalan dengan baik demi kesejahteraan anak-anak di Indonesia, termasuk di daerah Blitar yang berharap banyak dari inisiatif ini.