- Produsen tahu goreng di Blitar terpaksa menaikkan harga jual akibat kenaikan harga bahan baku.
- Minyak goreng dan plastik kemasan menjadi faktor utama yang memicu meningkatnya biaya produksi.
- Komunitas produsen meminta dukungan dari pemerintah untuk meringankan beban usaha mereka.
Kota Blitar - Selama beberapa waktu terakhir, produsen tahu goreng di Kota Blitar menghadapi tantangan berat akibat fluktuasi harga bahan baku, khususnya minyak goreng dan plastik kemasan. Kondisi ini memaksa mereka untuk meninggikan harga jual produk demi menjaga kelangsungan usaha mereka. Situasi ini tak hanya mempengaruhi pengusaha di tingkat kecil, tetapi juga dapat berimbas pada ketersediaan tahu goreng yang menjadi makanan pokok bagi masyarakat setempat.
Mamik Supriyatin, salah satu produsen tahu goreng yang beroperasi di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, berbagi pengalamannya mengenai situasi sulit yang dihadapi. Di usia 42 tahun, Mamik mengungkapkan bahwa dengan harga minyak goreng yang terus melonjak, ia kini dituntut untuk lebih kreatif dalam mengelola biaya operasional agar usaha tahunya tetap bertahan dan tidak terpaksa gulung tikar. Kenaikan harga berbagai bahan baku membuat Mamik dan rekan-rekannya harus memutar otak agar dapat memenuhi permintaan pasar tanpa merugikan usaha.
Di samping mahalnya minyak goreng, kenaikan harga plastik kemasan turut memberikan tekanan tambahan bagi produsen. Saat ini, harga untuk satu karung plastik yang berisi 40 bal telah melonjak hingga Rp 1,4 juta. Hal ini jelas mengganggu margin keuntungan dan mempengaruhi harga jual di pasaran. Mimik menjelaskan bahwa saat ini harga jual harus dinaikkan, dan pengusaha khawatir perubahan ini dapat mengurangi daya beli masyarakat di masa mendatang.
Sebagai bagian dari komunitas kuliner lokal, produsen tahu goreng di Blitar berharap pemerintah dapat memberikan perhatian kepada situasi ini. Berbagai kebijakan atau dukungan yang relevan diharapkan dapat meringankan beban mereka agar usaha kuliner lokal ini tetap bisa berkontribusi bagi ekonomi daerah dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan tahu goreng.