Kamis, 23 Juli 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Hukum & Kriminal Kejadian Tragis di Blitar: Paman Cabuli Keponakan Laki-laki Berulang Kali

Kejadian Tragis di Blitar: Paman Cabuli Keponakan Laki-laki Berulang Kali

Kejadian Tragis di Blitar: Paman Cabuli Keponakan Laki-laki Berulang Kali
Poin Penting:
  • Kasus pencabulan yang melibatkan paman dan ponakan menggugah keprihatinan masyarakat Blitar.
  • SW mengancam korban dengan pisau untuk mempertahankan kontrol atas tindakan cabulnya.
  • Polisi lanjut menyelidiki latar belakang kejadian dan kondisi psikologis tersangka.

Di tengah suasana yang mengkhawatirkan, masyarakat Blitar dihadapkan pada kasus pencabulan yang melibatkan seorang paman bernama SW (49) dan ponakannya yang berusia 15 tahun. Kasus ini mengungkapkan sisi gelap dari hubungan keluarga yang seharusnya menjadi pelindung, namun justru menjadi sumber penderitaan bagi sang korban.

Menurut keterangan dari pihak kepolisian, khususnya Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Rudi Kuswoyo, tindakan bejat yang dilakukan oleh SW terjadi lebih dari lima kali sejak awal tahun 2023. Aksi pencabulan tersebut berlangsung di berbagai lokasi, mulai dari belakang rumah korban hingga di kebun, yang menunjukkan bahwa pelaku berani beroperasi di tempat-tempat yang seharusnya aman bagi sang anak.

SW diduga melakukan tindakan tersebut untuk memperoleh kepuasan seksual, dengan memanfaatkan posisi dan kepercayaan korban. Pengakuan yang diberikan oleh tersangka menunjukkan bahwa dia mengancam korban dengan pisau, sehingga membuat korban tidak berdaya dan pasrah dengan situasi yang mengerikan ini. Selain itu, korban juga menerima pesan-pesan tidak senonoh dari pelaku yang semakin memperparah trauma yang dialaminya.

Keluarga korban terpaksa menyadari adanya perubahan perilaku anak mereka yang mencurigakan. Munculnya komunikasi yang tidak wajar melalui pesan yang mengarah kepada konten-konten tidak pantas menambah kepedihan bagi keluarga yang tentunya tak pernah menyangka hal ini terjadi. Pihak kepolisian masih melakukan penyidikan lebih lanjut untuk mendalami latar belakang perilaku tersangka, termasuk pemeriksaan kejiwaan untuk memastikan ada tidaknya kelainan seksual yang mungkin mempengaruhi perilakunya.