- 16 PMI asal Blitar meninggal di luar negeri Januari-September 2026, menyebabkan keprihatinan masyarakat.
- Dua PMI terbaru dilaporkan meninggal di Taiwan, Disnaker Blitar masih menunggu klarifikasi resmi.
- Isu kesehatan mental sangat penting untuk diperhatikan di kalangan pekerja migran.
Dalam kurun waktu Januari hingga September 2026, sebanyak 16 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berasal dari Kabupaten Blitar dilaporkan meninggal dunia di luar negeri. Kematian ini disebabkan oleh berbagai faktor, yang meliputi kecelakaan dan kasus bunuh diri. Informasi terakhir menyebutkan bahwa dua PMI dilaporkan meninggal di Taiwan, yang saat ini dikaji lebih lanjut oleh pihak pemerintah daerah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar, Ivong Bettriyanto, menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu informasi resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KDEI) di Taiwan terkait penyebab kematian kedua PMI tersebut. Ivong mengungkapkan bahwa data alamat keduanya sudah diperoleh, yakni warga Desa Kaulon dan Kelurahan Sukorejo di Kecamatan Sutojayan. "Kami sedang menyiapkan segalanya untuk memfasilitasi kepulangan jenazah mereka," ujarnya.
Selain itu, Ivong juga menyoroti pemulangan jenazah PMI dari Hong Kong yang diduga meninggal akibat bunuh diri. Meskipun PMI tersebut bukan merupakan warga Blitar secara administratif, keluarga almarhum berada di Kecamatan Sutojayan. Ia menyatakan, "Kami memfasilitasi ambulans menuju rumah duka, dan informasi yang kami terima menunjukkan bahwa penyebab kematiannya adalah karena melukai diri.
Situasi ini menyoroti tantangan emosional yang dihadapi banyak pekerja migran, yang sering terjebak dalam kondisi tekanan mental. Mengingat bahwa isu kesehatan mental sangat penting, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk menyampaikan dukungan kepada sesama yang mungkin berada dalam tekanan emosional. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan tidak ragu untuk mencari bantuan dari layanan kesehatan jiwa terdekat jika menghadapi kondisi yang membahayakan diri sendiri.