- 21 pelajar berusia 10-19 tahun meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Tulungagung.
- Sebanyak 348 kecelakaan terjadi selama tiga bulan terakhir, dengan kelompok usia pelajar mendominasi.
- Kebanyakan kecelakaan terjadi pada waktu pagi menjelang sekolah, yang mengindikasikan perlunya peningkatan kewaspadaan.
Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, Satlantas Polres Tulungagung telah mencatat angka kecelakaan lalu lintas yang mengkhawatirkan, dengan 21 orang berusia antara 10 hingga 19 tahun kehilangan nyawanya. Iptu Zainudin, Kepala Bagian Operasional Satlantas, mengungkapkan bahwa antara bulan Juni hingga Agustus, terdapat total 348 insiden kecelakaan di wilayah Tulungagung, dengan sebagian besar korban adalah pelajar. Data menunjukkan 204 pengendara dari kelompok usia ini mengalami luka-luka, menunjukkan tingkat kecelakaan yang tinggi di kalangan kaum muda.
Waktu kejadian kecelakaan cenderung mendominasi saat waktu pagi, khususnya antara pukul 06.00 hingga 12.00, bersamaan dengan jam keberangkatan sekolah. Polisi mencatat bahwa banyak pelajar yang berangkat ke sekolah mendekati waktu masuk, mendorong mereka untuk memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi demi tiba tepat waktu. KBO Satlantas menekankan pentingnya kewaspadaan dan disiplin berlalu lintas di kalangan siswa guna menghindari tragedi serupa di masa depan.
Lebih lanjut, Iptu Zainudin menjelaskan bahwa kebanyakan kecelakaan ini disebabkan oleh human error, baik dari pengendara pelajar itu sendiri maupun dari pengendara lain. Dalam rentang waktu tersebut, sebanyak 282 kecelakaan terjadi di jalan desa, menyoroti perlunya peningkatan kesadaran keselamatan di berbagai jalur transportasi.
Melihat angka yang cukup mencolok ini, sangat penting bagi orang tua dan pendidik di Blitar untuk memberikan pemahaman tentang keselamatan berlalu lintas kepada generasi muda. Ini bukan hanya tanggung jawab pihak kepolisian, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi para pelajar.