Selasa, 07 Juli 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Ekonomi Kampung UMKM Rejowinangun: Pusat Jajanan Tradisional yang Mendorong Ekonomi Blitar

Kampung UMKM Rejowinangun: Pusat Jajanan Tradisional yang Mendorong Ekonomi Blitar

Kampung UMKM Rejowinangun: Pusat Jajanan Tradisional yang Mendorong Ekonomi Blitar
Poin Penting:
  • Kampung UMKM Rejowinangun menjadi pusat jajanan tradisional dan penggerak ekonomi lokal.
  • Bupati Blitar mendukung pengembangan UMKM untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
  • Para pelaku usaha menghadapi tantangan, terutama dalam hal peralatan produksi.

Kampung UMKM Rejowinangun yang terletak di Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, telah menunjukkan potensi luar biasa sebagai penggerak ekonomi lokal melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hampir seluruh masyarakat desa berpartisipasi dalam industri rumahan ini, menciptakan beragam jajanan tradisional yang tidak hanya memuaskan selera lokal tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian setempat.

Sebagai pusat produksi makanan tradisional, Kampung UMKM Rejowinangun menjadi simbol ketahanan dan semangat masyarakat dalam melestarikan kuliner warisan. Produk-produk unggulan seperti jenang, wajik kletik, geti, sambal pecel, dan opak gambir telah menciptakan identitas tersendiri bagi desa ini, memantapkan posisinya sebagai pusat UMKM di Kabupaten Blitar. Cita rasa khas dan proses pembuatan yang terjaga kualitasnya menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.

Bupati Blitar, Rijanto, mengungkapkan keyakinannya akan potensi besar yang dimiliki Desa Rejowinangun dalam sektor industri rumah tangga. Dengan keberagaman produk yang dihasilkan, desa ini diharapkan tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga menjangkau pasar yang lebih luas. Keberhasilan ini, tentu saja, akan dipercepat dengan dukungan dalam hal promosi dan pemasaran yang berkelanjutan.

Namun, para pelaku usaha di Kampung UMKM Rejowinangun tidak tanpa tantangan. Beberapa diantaranya, seperti Umiati, produsen opak gambir, mengungkapkan bahwa kendala peralatan masih menjadi hambatan bagi mereka untuk meningkatkan kualitas dan volume produksi. Meskipun demikian, Pemerintah Kabupaten Blitar berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan UMKM, melalui pembinaan dan peningkatan kualitas produk, agar para pelaku usaha dapat berkembang dan memperluas jangkauan pasar mereka.