- Mbah Sumarmi diusulkan untuk program renovasi RTLH setelah viral di media sosial.
- Tim dari Pemerintah Provinsi Jatim melakukan survei dan menemukan kondisi rumah yang memprihatinkan.
- Bantuan renovasi akan didukung oleh BAZNAS dan Mbah Sumarmi telah terdaftar dalam program bantuan sosial.
Masyarakat Blitar hari ini mendapatkan kabar baik terkait Mbah Sumarmi, seorang nenek berusia 93 tahun yang viral karena kisahnya merawat anaknya yang lumpuh. Setelah perhatian luas melalui media sosial, rumah sederhana yang dihuni Mbah Sumarmi telah resmi diusulkan untuk mendapatkan bantuan dari program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Tim survei dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Provinsi Jatim, bersama Dinas Sosial dan tim JSC UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Blitar, melakukan peninjauan di lokasi bantuan pada Kamis, 13 Agustus. Pengawas Bangunan Gedung bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fikri Reskyansa, menjelaskan bahwa menurut hasil pemetaan awal, kondisi bagian belakang hingga area dapur rumah tersebut sangat memprihatinkan dan perlu segera diperbaiki.
"Meskipun bagian depan rumah masih relatif layak, prioritas kami tetap pada bagian belakang dan dapur yang memerlukan renovasi mendesak," ujar Fikri. Proyek perbaikan ini juga didukung oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang memberikan stimulus sebesar Rp 20 juta. Jika nantinya terdapat kelebihan atau kekurangan dalam anggaran, Dinas Sosial akan berkoordinasi secara berkelanjutan untuk memastikan semua kebutuhan dapat terpenuhi.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Provinsi Jawa Timur, Arif Ardiansah, menegaskan bahwa Mbah Sumarmi dan keluarganya memenuhi syarat untuk program perlindungan sosial pemerintah. Saat ini, Mbah Sumarmi bersama lima anggota keluarganya terdaftar sebagai penerima bantuan sosial rutin melalui Program Keluarga Harapan (PKH), termasuk program tambahan PKH Plus untuk lansia dengan nilai bantuan sebesar Rp 500 ribu per bulan. Dinsos memastikan bahwa Mbah Sumarmi mendapatkan perhatian yang tepat dari pemerintah demi meningkatkan kesejahteraannya.