- Job Fair 2026 diadakan untuk menekan angka pengangguran yang masih 4,49 persen pada 2025.
- Disnaker menggandeng 43 perusahaan untuk membuka 900 lowongan pekerjaan.
- Data pengangguran 2026 masih dalam proses pendataan resmi.
Pemerintah Kabupaten Blitar melaksanakan Job Fair 2026 sebagai langkah strategis untuk mengurangi angka pengangguran yang tercatat pada 2025 masih sebesar 4,49 persen. Kegiatan ini diprakarsai oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar, yang bertujuan untuk memfasilitasi pertemuan antara pencari kerja dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki berbagai lowongan pekerjaan. Job Fair ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja di daerah, serta memberikan kesempatan kerja yang lebih luas bagi warga Blitar.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar, Ivong Betryanto, menyampaikan bahwa Job Fair 2026 tidak hanya sekadar ajang pencarian kerja, tetapi juga sebagai upaya nyata untuk menurunkan tingkat pengangguran terbuka. Menurut Ivong, pihaknya optimis bahwa dengan adanya 900 lowongan dari 43 perusahaan yang terlibat, ini akan memberikan harapan baru bagi pencari kerja, terutama bagi lulusan baru dan mereka yang sedang mencari peluang kerja yang lebih baik.
Dalam proses seleksi, Disnaker Kabupaten Blitar berhasil memilih 43 perusahaan dari hampir 50 yang mendaftar untuk menjadi peserta di Job Fair ini. Perusahaan-perusahaan yang terlibat berasal dari berbagai sektor, baik yang berada di dalam Kabupaten Blitar maupun dari daerah lainnya. Ini menunjukkan adanya kolaborasi yang baik antara pemerintah dan sektor swasta dalam menciptakan peluang kerja bagi masyarakat.
Sebagai informasi tambahan, data mengenai tingkat pengangguran terbuka untuk tahun 2026 masih dalam proses pendataan resmi dan belum bisa dipublikasikan. Namun, upaya melalui Job Fair 2026 ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal serta menstimulasi pertumbuhan lapangan kerja di Kabupaten Blitar.