Selasa, 15 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Inovasi Eco Enzyme SMPN 1 Nglegok: Olahan Sampah Organik Menuju Forum Internasional

Inovasi Eco Enzyme SMPN 1 Nglegok: Olahan Sampah Organik Menuju Forum Internasional

Inovasi Eco Enzyme SMPN 1 Nglegok: Olahan Sampah Organik Menuju Forum Internasional
Poin Penting:
  • SMPN 1 Nglegok mengolah sampah organik menjadi eco enzyme yang bermanfaat.
  • Inisiatif ini diprakarsai oleh guru Purnawati dan melibatkan siswa dalam proses pembelajaran.
  • Produk eco enzyme bahkan menarik perhatian internasional sebagai suvenir dalam forum di Blitar.

UPT SMPN 1 Nglegok di Kabupaten Blitar menghadirkan inovasi menarik dalam pengelolaan sampah organik melalui pembuatan eco enzyme. Di bawah bimbingan Purnawati, seorang guru sekaligus pegiat lingkungan, limbah kulit buah dan sisa sayuran yang biasanya terbuang percuma kini telah diolah menjadi cairan serbaguna yang bermanfaat. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi potensi sampah organik di lingkungan sekolah, tetapi juga sebagai sarana pendidikan bagi siswa untuk memahami pentingnya keberlanjutan dan pengelolaan limbah yang tepat.

Purnawati memulai perjalanan ini saat pandemi Covid-19, ketika ia menemukan ketertarikan terhadap metode pengolahan limbah organik melalui webinar. Dengan dukungan mentor, ia kemudian mempraktikkan pembuatan eco enzyme di Blitar pada tahun 2021. Proses produksi cairan ini melalui fermentasi limbah organik yang dicampur dengan air dan gula merah, yang memerlukan waktu sekitar tiga bulan untuk menghasilkan produk berkualitas. Pemilihan bahan baku yang tepat sangat krusial, di mana hanya sisa makanan segar yang kaya akan enzim yang dapat digunakan.

Melalui upaya ini, SMPN 1 Nglegok tidak hanya berhasil menciptakan eco enzyme untuk berbagai keperluan rumah tangga, tetapi juga memproduksi barang turunan seperti sabun mandi, sabun cuci, sabun pembersih, dan pengharum ruangan. Produk hasil fermentasi ini bahkan menarik perhatian internasional, dibuktikan dengan pemesanan sabun berbahan eco enzyme sebagai suvenir bagi tamu asing pada sebuah forum di Kota Blitar.

Gerakan eco enzyme yang dimotori Purnawati telah meluas dan kini mencakup edukasi tentang pengolahan limbah organik yang melibatkan tidak hanya siswa, tetapi juga masyarakat umum, instansi pemerintah, dan sekolah-sekolah lain di sekitar Blitar. Inisiatif ini menjadi sebuah contoh nyata bagaimana pendidikan dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan, membawa perubahan positif bagi lingkungan dan masyarakat.