Jumat, 10 Juli 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Olahraga Feda Ega Pratama Jelaskan Penyebab Kecelakaan di Moto3 Assen 2026 dan Target Kebangkitan di Jerman

Feda Ega Pratama Jelaskan Penyebab Kecelakaan di Moto3 Assen 2026 dan Target Kebangkitan di Jerman

Feda Ega Pratama Jelaskan Penyebab Kecelakaan di Moto3 Assen 2026 dan Target Kebangkitan di Jerman
Poin Penting:
  • Feda Ega Pratama mengalami kecelakaan di Moto3 Assen 2026, mengakhiri balapan lebih cepat.
  • Ia berada di posisi ketujuh klasemen sementara dengan total 82 poin.
  • Meskipun gagal finis, performa Feda tetap mendapatkan pujian karena kecepatan dan kemampuannya bersaing di level atas.

BLITAR - Feda Ega Pratama, pembalap muda andalan Indonesia, menjadi pusat perhatian setelah mengakhiri balapan di Moto3 Assen 2026 dengan kekecewaan, ketika kecelakaan memaksa dirinya untuk gagal finis. Pada awal balapan, Feda menunjukan kemampuannya yang menjanjikan dengan memimpin sebagian besar jalannya balapan di Sirkuit TT Assen, Belanda, sebelum insiden yang menghentikannya lebih awal.

Kecelakaan yang terjadi ini tidak hanya menghapus harapan Feda untuk menambah poin berharga dalam klasemen, tetapi juga mengakibatkan Honda Team Asia merasakan dampak negatif yang cukup signifikan. Saat ini, Feda berada di posisi ketujuh dalam klasemen sementara dengan total poin 82, sebanding dengan rivalnya dari Malaysia, Hakim Danish. Meskipun hasil akhir di Assen tidak memuaskan, performa Feda sepanjang balapan diakui oleh banyak pihak sebagai impresif, menunjukkan ia mampu bersaing di papan atas bersama para kandidat juara dunia.

Perjalanan Feda di Assen diawali dengan tantangan sejak sesi latihan bebas, di mana ia mengalami kecelakaan yang menyebabkan kerusakan pada motornya. Kejadian tersebut membuat tim harus bekerja siang malam untuk mengembalikan kondisi motor sebelum sesi kualifikasi dimulai. Melalui kerja keras dan kinerja konsisten, Feda berhasil melewati Kualifikasi 1 (Q1) dan melanjutkan ke Q2, di mana ia berhasil mengamankan posisi start ke tujuh, sebuah prestasi yang amat berarti meski dalam situasi yang penuh tekanan.

Setelah memulai balapan, Feda sempat terpuruk ke posisi sembilan di lap awal, namun ia dengan cepat menemukan ritme dan kembali bersaing di kelompok terdepan. Kini, Feda mempersiapkan diri untuk balapan selanjutnya di Jerman, bertekad untuk bangkit dan mencuri perhatian. Masyarakat Blitar dan Indonesia menanti langkah selanjutnya dari pembalap berbakat ini dengan sangat antusias.