Senin, 22 Juni 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Menggali Keangkeran Nyi Roro Kidul: Dari Putri Kandita Menuju Ratu Laut Selatan

Menggali Keangkeran Nyi Roro Kidul: Dari Putri Kandita Menuju Ratu Laut Selatan

Menggali Keangkeran Nyi Roro Kidul: Dari Putri Kandita Menuju Ratu Laut Selatan
Poin Penting:
  • Kisah Nyi Roro Kidul berasal dari sejarah Kerajaan Pajajaran dan melibatkan Putri Kandita.
  • Ambisi dan iri hati di lingkungan istana menjadi pendorong terjadinya intrik yang menyebabkan tragedi Putri Kandita.
  • Putri Kandita yang dikutuk menjadi simbol kekuatan sebagai Ratu Laut Selatan hingga kini masih dihormati masyarakat.

Legenda Nyi Roro Kidul menjadi bagian integral dari budaya masyarakat Nusantara, khususnya di Blitar dan sekitarnya. Kisah yang diturunkan secara lisan ini bukan hanya menggambarkan sosok penguasa gaib yang menguasai Laut Selatan, tetapi juga menyoroti tragedi hidup Putri Kandita, seorang putri cantik yang terjebak dalam intrik istana. Masyarakat lokal masih meyakini berbagai mitos yang berhubungan dengan kisah tersebut, yang telah melahirkan tradisi dan kepercayaan yang kaya, terutama di kalangan penduduk pesisir selatan Pulau Jawa.

Legends ini berakar dari sejarah Kerajaan Pajajaran yang dipimpin oleh Prabu Siliwangi, seorang raja yang bijaksana dan sangat dicintai oleh rakyatnya. Putri Kandita, anak dari Prabu Siliwangi, memiliki karakter yang unik — tidak hanya cantik secara fisik, tetapi juga cerdas dan berwibawa. Dia dianggap sebagai harapan untuk melanjutkan kejayaan kerajaan. Namun, ambisi dan pengkhianatan yang terjadi di lingkungannya mengubah nasibnya secara drastis. Sikap cemburu dari Dewi Mutiara, salah satu selir raja, membuatnya terjerumus dalam jurang kesedihan.

Dewi Mutiara berusaha untuk menyingkirkan Putri Kandita dengan cara yang sangat kejam. Ia mengandalkan ilmu hitam dan penghianatan demi memenuhi ambisinya. Dalam satu malam, kutukan menimpa Putri Kandita, membuatnya terjatuh dari tempat yang mulia dengan penyakit kulit misterius yang mengubah rupa dan takdirnya selamanya. Berbagai upaya penyembuhan dilakukan oleh para tabib terbaik, namun kutukan itu seakan menjadi tak terhindarkan. Akibatnya, Putri Kandita yang seharusnya menjadi penerus kerajaan terpaksa melarikan diri dan menghilang dari istana.

Cerita tragis ini tidak berhenti di situ; dari kehampaan, Putri Kandita dikenal sebagai Nyi Roro Kidul, Ratu Laut Selatan, melanjutkan penguasaannya di dunia lain. Masyarakat Blitar dan sekitarnya terus mengenang sosoknya dengan penuh rasa hormat dan takut, mempercayai bahwa dia kini menjaga lautan dan menjadi simbol kekuatan serta ketidakadilan. Tradisi dan kepercayaan ini terbukti bertahan, melahirkan berbagai ritual dan penghormatan di sepanjang pantai selatan yang terkait dengan Ratu Laut Selatan.