Jumat, 25 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Umum › Dua Kasus DBD di Kota Blitar, Dinkes Ajak Masyarakat Terapkan Protokol 3M

Dua Kasus DBD di Kota Blitar, Dinkes Ajak Masyarakat Terapkan Protokol 3M

Dua Kasus DBD di Kota Blitar, Dinkes Ajak Masyarakat Terapkan Protokol 3M
Poin Penting:
  • Dua kasus DBD terkonfirmasi di Kota Blitar, namun tidak ada kematian.
  • Fogging dilakukan di sekolah-sekolah, bukan di masyarakat umum.
  • Penerapan protokol 3M sangat penting untuk pencegahan DBD.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar melaporkan dua kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang muncul di wilayahnya, namun keduanya tidak berujung pada kasus kematian. Silvia Dewi Kusumawat, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, menjelaskan bahwa meskipun kasus DBD terpantau rendah, masyarakat tetap perlu waspada dan menerapkan langkah-langkah pencegahan. Kedua kasus tersebut teridentifikasi masing-masing pada bulan Mei dan Agustus, yang mana pasien pertama berusia 2 tahun dan dirawat di Rumah Sakit Syuhada Haji, sedangkan pasien kedua adalah anak berusia 10 tahun.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Kota Blitar telah melaksanakan program fogging di tiga Puskesmas yang ada, namun lokasi fogging ini fokus pada lingkungan sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMP. Silvia menekankan bahwa program fogging tidak dilakukan secara umum di lingkungan masyarakat, melainkan dilaksanakan berdasarkan indikasi epidemiologi pada area yang terdapat kasus. β€œKalau ada indikasi kasus di masyarakat, langkah awal yang diambil adalah penelusuran epidemiologi,” tambahnya.

Silvia mengingatkan bahwa fogging bukanlah satu-satunya upaya dalam pengendalian DBD. Masyarakat diharapkan secara aktif menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan juga memberantas sarang nyamuk di area pemukiman. Penerapan protokol 3M yaitu Menguras, Menutup, dan Mengubur menjadi sangat penting dalam mencegah penyebaran DBD. Dengan melakukan langkah-langkah sederhana ini, kita bisa melindungi diri dan keluarga dari potensi risiko penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti.