Senin, 14 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Olahraga Dispora Kota Blitar Siapkan Atlet Potensial Menuju POPDA Jatim: Inventarisasi Cabang Olahraga Siap Saing

Dispora Kota Blitar Siapkan Atlet Potensial Menuju POPDA Jatim: Inventarisasi Cabang Olahraga Siap Saing

Dispora Kota Blitar Siapkan Atlet Potensial Menuju POPDA Jatim: Inventarisasi Cabang Olahraga Siap Saing
Poin Penting:
  • Dispora Kota Blitar mulai menginventarisasi atlet potensial untuk POPDA Jawa Timur.
  • Koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kemenag penting untuk menjaring siswa berprestasi.
  • Keterbatasan anggaran mempengaruhi seleksi kontingen yang akan mengikuti ajang tersebut.

Dalam rangka mempersiapkan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Timur yang akan digelar pada bulan November mendatang, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar telah memulai proses inventarisasi atlet berbakat. Proses ini merupakan inisiatif strategis untuk mengidentifikasi dan mengembangkan potensi atlet yang diyakini mampu membawa pulang medali bagi kota Blitar.

Kepala Dispora Kota Blitar, Ruli Tri Wibowo, menjelaskan bahwa pemetaan atlet dilakukan dengan melibatkan berbagai instansi yang terkait, seperti Dinas Pendidikan, Cabang Dinas Pendidikan untuk jenjang SMA/SMK, serta Kementerian Agama (Kemenag). Koordinasi ini dimaksudkan untuk menjaring siswa-siswa yang memiliki bakat dan prestasi dalam bidang olahraga, mengingat ketiga lembaga tersebut memiliki rekam jejak yang solid dalam mengidentifikasi potensi nonakademik siswa.

"Data hasil penjaringan ini akan diinventarisasi dan dibandingkan dengan catatan prestasi atlet di ajang POPDA sebelumnya, sehingga kami dapat menganalisis kekuatan masing-masing cabang olahraga serta peluang atlet untuk kembali berprestasi pada POPDA tahun ini," jelas Ruli. Selain mendata nama-nama atlet, Dispora juga akan menghitung proyeksi perolehan medali, sebagai acuan untuk menentukan potensi atlet di tingkat provinsi.

Namun, Ruli juga mengungkapkan bahwa meskipun pembinaan atlet akan terus berlangsung di masing-masing cabang olahraga, keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri. Akibatnya, seleksi kontingen yang akan berpartisipasi dalam ajang tersebut akan dilakukan dengan ketat, berdasarkan kekuatan anggaran serta proyeksi medali yang dapat diperoleh. "Kami berharap dapat memaksimalkan semua potensi yang ada, meskipun ada keterbatasan dalam hal pendanaan," tutupnya.