Rabu, 30 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Umum › BMKG Ucapkan Waspada: Gelombang Tinggi Ancam Pesisir Selatan Blitar

BMKG Ucapkan Waspada: Gelombang Tinggi Ancam Pesisir Selatan Blitar

BMKG Ucapkan Waspada: Gelombang Tinggi Ancam Pesisir Selatan Blitar
Poin Penting:
  • BMKG memperkirakan gelombang laut di Blitar Raya akan mencapai 2,5 hingga 4 meter dari 26 hingga 29 September 2026.
  • Nelayan dan pengguna jasa pelayaran diminta untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut.
  • Pola angin timuran yang kencang menjadi faktor penyebab potensi gelombang tinggi, meskipun cuaca terlihat cerah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat pesisir selatan Jawa Timur, termasuk kawasan Blitar Raya, terkait potensi terjadinya gelombang tinggi di perairan. Dalam siaran pers yang diterima oleh redaksi SuaraBlitar, BMKG mencatat bahwa gelombang laut bisa mencapai ketinggian antara 2,5 hingga 4 meter pada periode 26 hingga 29 September 2026.

Peringatan ini dikhususkan untuk para nelayan dan pengguna jasa pelayaran, di mana mereka diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut. Fajar Setiawan, prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, menjelaskan bahwa gelombang yang tinggi ini dipicu oleh pola angin timuran yang bertiup kencang, bergerak dari arah timur dan tenggara dengan kecepatan antara 13 hingga 37 knot. Hal ini dapat memicu kondisi perairan yang tidak aman jika tidak diimbangi dengan pertimbangan keselamatan yang baik.

Di samping itu, meskipun cuaca di wilayah perairan terlihat cerah berawan, BMKG mengingatkan bahwa situasi ini tetap mengandung risiko. Hembusan angin yang kuat dapat secara signifikan meningkatkan ketinggian gelombang. Oleh karena itu, masyarakat khususnya yang bergerak dalam sektor perikanan perlu lebih berhati-hati dan mempersiapkan segala sesuatunya sebelum melaut. Wilayah yang masuk dalam peringatan mencakup perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, hingga Banyuwangi.