- Asus menghentikan produksi model smartphone baru, termasuk Zenfone dan ROG Phone.
- Fokus bisnis Asus akan dialihkan ke sektor PC dan perangkat berbasis AI akibat meningkatnya biaya komponen.
- Pengguna diharapkan memantau dukungan dan pembaruan perangkat lunak di masa mendatang.
JAKARTA - Kabar mengejutkan datang dari perusahaan teknologi terkemuka, Asus, yang dilaporkan menghentikan pengembangan model smartphone baru, termasuk lini Zenfone dan ROG Phone. Keputusan ini menyita perhatian banyak penggemar, termasuk masyarakat Blitar yang telah mengandalkan ROG Phone sebagai perangkat gaming unggulan. Melalui sebuah video, terungkap bahwa Asus akan mengalihkan fokus bisnisnya ke sektor PC komersial dan perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI), sebagai respons terhadap tantangan yang dihadapi di industri smartphone.
Salah satu faktor yang mendorong keputusan ini adalah meningkatnya biaya komponen, terutama RAM yang semakin mahal. Selain itu, dampak dari perang tarif antara Taiwan dan Amerika Serikat turut menjadi tekanan tambahan bagi perusahaan. Meskipun Asus tidak lagi memproduksi model smartphone baru, mereka memastikan bahwa layanan purnajual untuk pengguna produk yang sudah beredar akan tetap tersedia. Namun, pengguna diharapkan lebih waspada terhadap pembaruan perangkat lunak di masa mendatang, yang diperkirakan akan semakin terbatas.
Keputusan ini diungkapkan dalam acara 2025 Year End Gala yang berlangsung di Taiwan pada 16 Januari 2026, di mana Asus menjelaskan arah baru bisnis mereka. Menurut informasi yang disampaikan, Asus berencana untuk mengalihkan sumber daya mereka ke bisnis PC komersial dan perangkat AI, yang dianggap memiliki potensi pengembangan lebih besar. Namun, pergeseran fokus ini mungkin tidak berjalan mulus, mengingat tantangan eksternal yang harus dihadapi, seperti kenaikan harga modul RAM dan ketegangan hubungan internasional.
Bagi para pengguna di Blitar, terutama yang telah menjadi bagian dari komunitas Asus, langkah ini tentu memberikan nuansa campur aduk. Meskipun mereka masih bisa menikmati layanan purnajual, kekhawatiran akan dukungan teknis dan pembaruan di masa depan akan menjadi perhatian utama. Sementara itu, Asus tetap berkomitmen untuk terus berinovasi dalam sektor lain, tetapi hinan ini menjadi pengingat akan dinamika industri teknologi yang selalu berubah.