Kamis, 25 Juni 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Wisata & Kuliner Asna Rosida: Mewujudkan Impian Digitalisasi Enting-Enting Geti Karangsari ke Pasar Nasional

Asna Rosida: Mewujudkan Impian Digitalisasi Enting-Enting Geti Karangsari ke Pasar Nasional

Asna Rosida: Mewujudkan Impian Digitalisasi Enting-Enting Geti Karangsari ke Pasar Nasional
Poin Penting:
  • Asna Rosida berhasil mengembangkan usaha enting-enting geti dari skala rumahan menjadi produk nasional.
  • Pemanfaatan digital marketing dan live streaming menjadi faktor kunci dalam suksesnya usaha ini.
  • Asna memulai bisnis ini dengan rasa penasaran dan modifikasi resep, membawa nama Karangsari ke kancah nasional.

Dalam dunia kuliner tradisional, kisah sukses berasal dari Blitar kembali menggeliat dengan kehadiran Asna Rosida, seorang perempuan inspiratif dari Kelurahan Karangsari, Kecamatan Sukorejo. Dengan semangat dan inovasi, Asna berhasil mengubah usaha enting-enting geti yang pada awalnya hanya skala rumahan menjadi salah satu produk oleh-oleh yang terkenal di seluruh penjuru Indonesia. Melalui teknik pemasaran digital dan live streaming, produk unggulan ini kini rutin dikirim ke berbagai kota besar seperti Jakarta, Batam, Padang, dan bahkan Merauke.

Keberhasilan Asna dalam menembus pasar nasional bukanlah hasil yang didapatkan secara instan. Proses yang panjang, inovasi yang berkelanjutan, serta kemampuan dalam memanfaatkan kesempatan di era digital menjadi kunci dari perkembangan usahanya. Saat ini, produk yang dipasarkan dengan nama merek Kridasari tersebut menjadi teladan bagi UMKM di Blitar tentang bagaimana cara bertahan serta berkembang di tengah persaingan industri makanan yang kian modern.

Perjalanan Asna dimulai pada tahun 2012, yang diawali oleh sebuah rasa penasaran terhadap resep dari buku panduan panci serbaguna. Dengan mencoba dan memodifikasi resep tersebut sesuai dengan seleranya, ia mampu menghasilkan enting-enting geti yang mendapatkan respon positif dari teman-teman dan keluarganya. “Saya hanya mencoba-coba. Setelah dicicipi, mereka bilang rasanya enak dan berbeda,” kenangnya, menceritakan awal mula usahanya.

Mereknya, Kridasari, bukan hanya sekadar nama. ‘Krida’ berarti terus berkarya, sementara ‘Sari’ diambil dari nama kampung halamannya, Karangsari. Diawal karirnya, Asna hanya menggunakan kemasan sederhana berupa toples kecil untuk menjajakan produknya di toko oleh-oleh di Kota Blitar. Tidak disangka, dalam waktu seminggu, produk yang dititipkannya ludes terjual, memberikan dorongan semangat untuk lebih produktif. Meskipun harus membagi waktu antara pekerjaannya sebagai karyawan swasta dan usaha kulinernya, dedikasi dan tekad Asna untuk berkembang semakin kukuh.